Cincinnati Terbuka: Arthur Fils Cetak Sejarah Seabad, Coco Gauff Sejajar Serena Williams
Sementara di nomor putri, Coco Gauff tampil dominan menggulung Jessica Pegula demi menyamai rekor sang legenda, Serena Williams.
Di final nomor tunggal putra Cincinnati Terbuka, Arthur Fils membuktikan ketangguhan mentalnya lewat pertarungan rollercoaster tiga set. Petenis berusia 22 tahun itu menang atas Tiafoe dengan skor akhir 6-3, 1-6, dan 6-0.
Kemenangan ini tak sekadar membuahkan gelar Masters 1000 perdana bagi Arthur Fils, melainkan juga mengakhiri dahaga gelar juara publik tenis Prancis selama 12 tahun di level Masters 1000.
https://www.akurat.co/arena/884483/cincinnati-terbuka-perburuan-gelar-masters-1000-pertama-frances-tiafoe-tantang-arthur-fils-di-final
Terakhir kali adalah sejak Jo-Wilfried Tsonga bertakhta di Toronto pada 2014.
"Rasanya sangat luar biasa. Ini adalah buah dari latihan keras, pengorbanan, dan perjuangan bangkit dari cedera. Menjuarai gelar seperti ini sangat berarti bagi saya," kata Fils dikutip laman ATP Tour.
Sempat tampil mendominasi di set pertama lewat keunggulan cepat 3-0, Fils kehilangan fokus di set kedua hingga pasrah disapu bersih oleh Tiafoe dengan skor 1-6.
Namun, jeda menuju set penentuan menjadi titik balik krusial bagi sang bintang muda.
Fils mengungkapkan rahasia kebangkitannya usai melakukan evaluasi diri di ruang ganti saat jeda set kedua.
"Saya sempat berbicara dengan diri sendiri di depan cermin toilet. Saya bilang pada diri sendiri, 'kalaupun kamu harus kalah, kamu tidak boleh makin memburuk. Kamu harus bertarung dan temukan cara untuk menang'," kata Fils yang kini melesat ke peringkat kesebelas dunia.
"Pelatih saya juga memberi beberapa masukan, dan inilah hasilnya."
Di set ketiga, dominasi pukulan forehand ber-topspin tajam milik Fils sama sekali tak terbendung. Ia membagikan bagel 6-0 kepada Tiafoe sekaligus memastikan trofi kelima sepanjang kariernya di panggung ATP Tour.
Coco Gauff Bantai Jessica Pegula, Masuk Klub Elite Bersama Serena Williams
Sementara itu di nomor tunggal putri, Coco Gauff menunjukkan performa berkelas dengan melibas kompatriotnya, Jessica Pegula.
Gauff mengalahkan Pegula dengan skor dua set langsung 6-2 dan 6-4 dalam kurun satu jam 14 menit pada laga final all-american pertama di Cincinnati sejak 1970.
Gauff tampil sangat perkasa sejak awal laga dengan langsung unggul 5-0 dalam tempo kurang dari setengah jam.
https://www.akurat.co/entertainment
Keperkasaan Gauff membuat Pegula sampai melontarkan pujian bernada gurauan saat menyampaikan pidato runner-up.
"Coco hari ini bermain seperti tembok papan (backboard). Sama sekali tidak menyenangkan menjadi lawannya hari ini. Padahal saya rasa saya tidak bermain buruk," kata Pegula.
Keberhasilan merengkuh gelar juara di Cincinnati Open 2026 menjadikan Gauff sebagai petenis wanita ketiga sejak era 2004 yang mampu menjuarai turnamen ini minimal dua kali (2023 dan 2026).
Gauff bersanding dengan dua nama besar tenis dunia: Serena Williams (2014, 2015) dan Victoria Azarenka (2013, 2020).
"Melihat kualitas kemenangan yang saya raih pekan ini, saya merasa kian percaya diri dengan kerja keras yang telah saya jalani," tegas Gauff optimis menatap ajang Grand Slam mendatang.
"Saya tahu panggung di New York (Amerika Serikat Terbuka) nanti bakal berat. Tetapi pengalaman dan kemenangan dari pekan ini menjadi modal yang sangat berharga."