China perluas penggunaan hidrogen lewat percontohan di 5 klaster kota
Beijing (ANTARA) - China telah menyetujui program percontohan empat tahun untuk penerapan energi hidrogen secara komprehensif di lima klaster kota, menurut surat edaran pemerintah yang dirilis pada Jumat (16/10).
Program-program tersebut akan mencakup kawasan Beijing-Tianjin-Hebei, Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau, serta tiga klaster lintas daerah yang menghubungkan China timur laut, termasuk wilayah timur Mongolia Dalam, dengan Delta Sungai Yangtze, Xinjiang dengan lingkaran ekonomi kota kembar Chengdu-Chongqing, dan kawasan kelokan Sungai Kuning dengan Dataran Tengah.
Surat edaran yang dirilis bersama oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, Kementerian Keuangan, serta Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China tersebut menyerukan agar kota-kota yang berpartisipasi untuk mempercepat pelaksanaan empat daftar tugas prioritas yang mencakup pengembangan teknologi dan peralatan hidrogen, proyek hidrogen industri, perluasan penggunaan kendaraan sel bahan bakar, serta pembangunan stasiun pengisian bahan bakar hidrogen.
Kota-kota tersebut juga didorong untuk memperkuat rantai industri dan rantai pasokan, mendorong kelancaran sirkulasi domestik, serta menghindari proteksionisme lokal.
Surat edaran itu juga menyerukan perencanaan yang lebih baik untuk proyek-proyek besar, pengelolaan keselamatan yang lebih kuat, serta penilaian yang tepat waktu terhadap manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dari program-program percontohan tersebut.
Ketiga departemen tersebut akan menilai program percontohan, dengan hasilnya menjadi dasar bagi pengalokasian dana insentif dari pemerintah pusat.
Menurut surat edaran tersebut, dana ini harus segera disalurkan dan hanya digunakan untuk mendukung penerapan energi hidrogen, membantu menurunkan biaya penggunaan hidrogen, serta meneruskan penghematan tersebut kepada pengguna akhir.
Inisiatif ini muncul seiring dengan upaya China untuk memperluas penggunaan energi yang lebih bersih di sektor industri dan transportasi.
Hidrogen yang diproduksi menggunakan listrik dari sumber terbarukan dapat membantu mengurangi emisi karbon, meskipun biaya yang tinggi serta tantangan dalam penyimpanan dan pengangkutan hidrogen masih menjadi hambatan untuk penerapannya yang lebih luas.
Menurut data resmi, China telah menjadi produsen sekaligus konsumen hidrogen terbesar di dunia, dengan output melampaui 39 juta ton pada 2025.
Berdasarkan kebijakan yang diterbitkan pada Maret, China menargetkan untuk memiliki 100.000 kendaraan sel bahan bakar secara nasional pada 2030, sementara setiap klaster kota dapat menerima dana insentif dari pemerintah pusat hingga sebesar 1,6 miliar yuan (1 yuan = Rp2.698) untuk periode percontohan selama empat tahun.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.