Cerita Kepanikan Penghuni Dapat Kabar Apartemen Pavilion Kebakaran
Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran terjadi pada Apartemen Pavilion di Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026). Insiden ini sejumlah orang panik, salah satunya Irwan Lubis, yang memiliki satu unit di tower 3 apartemen tersebut.
Irwan mengaku panik saat pertama kali mendengar adanya kebakaran di gedung tersebut. Saat itu, Irwan memang tidak berada di lokasi kenadian. Namun, dia mendapatkan informasinya dari grup chat Persatuan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPRS). Dia pertama kali mendapatkan informasi sekitar pukul 11.30 WIB.
Irwan memiliki unit di Tower 1 dan Tower 3 Apartemen Pavilion. Saat mendapat kabar kebakaran, dia langsung menuju lokasi karena anaknya tinggal di Tower 1 apartemen tersebut.
"Ya panik saya. Saya dapet dari grup. Grup PPRS kita," kata Irwan kepada awak media di lokasi, Jumat (4/9/2026).
Meski tak berada di dalam unit, Irwan mengaku terus memantau perkembangan proses penanganan insiden tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima, Irwan mendapatkan kabar pertama kali pukul 10.00 WIB.
"Ya informasinya baru didapat 11.30 kan. Sebenarnya kejadiannya kan jam 10.00 lewat," ujar Irwan.
Titik kebakaran belum diketahuo secara pasti. Menurutnya, kondisi berawal dari masalah kelistrikan yaitu panel kabel yang berada di lantai lima.
“Intinya bukan karena penghuni. Ini karena sistem kelistrikan, panel,” kata Irwan.
Irwan belum dapat memastikan kapan penghuni diperbolehkan kembali ke unit masing-masing. Pasalnya, sistem kelistrikan gedung masih perlu diperbaiki untuk memastikan keamanan bangunan.
Menurutnya, penghuni sebaiknya tidak kembali ke unit masing-masing sebelum sistem kelistrikan diperbaiki karena dikhawatirkan dapat memicu kebakaran kembali.
“Kan karena list- kelistrikannya harus dibenahin lagi kan. Walaupun unitnya enggak rusak, tapi takutnya terbakar lagi,” ujar Irwan.
Irwan mengatakan, asap yang berasal dari panel kabel menjalar hingga lantai 22. Namun, dia belum dapat memastikan apakah ada unit yang turut terbakar lantaran penghuni masih belum diperbolehkan masuk ke dalam gedung.