Cegah Karhutla, Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional
Kamis, 24 September 2026 - 21:39 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menyetujui rekomendasi sejumlah peneliti dan ahli gambut yang mengusulkan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang salah satu tujuan pembentukannya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) khususnya di lahan gambut.
Baca Juga
Di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis, Presiden Prabowo mengumpulkan 20 lebih peneliti dan ahli gambut dari berbagai lembaga serta kampus-kampus di Indonesia untuk berdiskusi membahas tata kelola gambut dan mangrove, serta pencegahan karhutla di lahan gambut. Pertemuan itu, yang mulai sejak pukul 15.00 WIB, berlangsung selama kurang lebih 4 jam.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kesimpulan rapat para ahli ini adalah memberikan rekomendasi dibentuknya Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional. Ini tadi disampaikan, dan Bapak Presiden menyetujui, karena berdasarkan pengalaman para ilmuwan ini ternyata memang keberadaan badan tersebut sangat penting, data-data, kemudian izin-izin, pengelolaan-pengelolaan dilakukan oleh satu lembaga, itu akan sangat memudahkan, termasuk pada akhirnya untuk berbagai pencegahan dan lain-lain dapat dilakukan dengan mudah," ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat jumpa pers bersama para ahli gambut di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.
Baca Juga
Terkait keterlibatan para ahli gambut dalam struktur BPGMN, Mendiktisaintek menjelaskan para pakar itu diminta untuk membantu.
"Tadi, diminta para ahli ini terlibat membantu, barangkali sebagai narasumber, sebagai pakar-pakar yang tadi berbagai kajian yang sudah dibuat supaya menjadi referensi," ujar Brian.
Baca Juga
Selepas jumpa pers, saat ditanya mengenai efektivitas penanganan karhutla dengan pembentukan badan baru, Brian meyakini langkah-langkah yang sifatnya pencegahan tetap harus dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan terjadi pada masa depan.
"Tadi Bapak Presiden mengevaluasi juga penanganan kebakaran itu sulit dan sangat mahal, tetapi kita itu kemudian ada satu badan, apakah bisa mencegah kan bisa jauh lebih murah," kata Brian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, terkait target waktu pembentukan badan baru itu, Brian menyerahkan pernyataan tersebut untuk diberikan kepada Kementerian Sekretariat Negara.
"Kami dari Kemendiktisaintek lebih kepada arah hasil-hasil riset, hasil-hasil kajian yang ada di kampus itu bisa digunakan, dimanfaatkan oleh pemerintah, lembaga, kementerian untuk penanganan kebakaran gambut ataupun ke depannya untuk melakukan pengelolaan sehingga gambut bisa dicegah kebakaran," kata Brian Yuliarto.
Halaman Selanjutnya
Sejumlah pakar yang berdiskusi mengenai gambut hari ini bersama Presiden, di antaranya Bagus Muljadi (Nottingham University), Azwar Maas (UGM), Zakaria Amsari (Universiras Tanjungpura), Haris Gunawan (UNRI), Darmae Nasir (Universitas Palangka Raya), Henrik Segah (Universitas Palangka Raya), dan Yulianto S Nugroho (UI).