CDC Keluarkan Health Alert, Wisatawan ke Bali Diminta Waspadai Virus Zika
Jakarta -
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengeluarkan Level 2 Travel Health Notice atau imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan bagi wisatawan yang bepergian ke Bali, Indonesia.
Mengutip situs resmi Kedubes Amerika Serikat di Indonesia, peringatan tersebut diterbitkan menyusul meningkatnya laporan kasus Zika pada wisatawan yang kembali dari Bali.
Zika merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Sebagian besar orang yang terinfeksi Zika tidak mengalami gejala. Jika muncul, gejalanya umumnya ringan dan dapat berupa demam, ruam kulit, sakit kepala, nyeri sendi atau otot, serta mata merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CDC menekankan bahwa bagi masyarakat umum, infeksi Zika biasanya bersifat ringan dan dapat ditangani dengan langkah pencegahan terhadap gigitan nyamuk. Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk Zika.
Namun, perhatian lebih perlu diberikan kepada ibu hamil dan orang yang sedang merencanakan kehamilan. Infeksi Zika selama kehamilan diketahui dapat memengaruhi perkembangan janin, terutama pada trimester pertama dan kedua. Virus ini juga dalam sejumlah kasus dapat ditularkan melalui hubungan seksual.
Wisatawan Diminta Perketat Perlindungan dari Nyamuk
CDC mengimbau wisatawan yang berada di Bali untuk menghindari gigitan nyamuk selama perjalanan dan tetap melakukan langkah pencegahan hingga tiga minggu setelah kembali dari perjalanan, meski tidak mengalami gejala.
Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain menggunakan obat antinyamuk yang terdaftar dan sesuai petunjuk pemakaian, mengenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang, serta memilih akomodasi yang dilengkapi kasa atau pelindung pada jendela dan pintu.
Wisatawan juga dapat mempertimbangkan penggunaan pakaian yang telah diberi perlakuan permethrin. Aktivitas di luar ruangan pada pagi dan sore hari juga perlu disesuaikan karena nyamuk lebih aktif pada waktu tersebut.
Untuk anak-anak, CDC menyebut obat antinyamuk dengan kandungan DEET 20-30 persen dapat digunakan pada anak dari berbagai usia. Penggunaan pada anak perlu dilakukan dengan mengoleskan produk terlebih dahulu pada tangan orang dewasa sebelum diaplikasikan kepada anak.
Perhatian Khusus untuk Wisatawan yang Merencanakan Kehamilan
CDC memberikan perhatian khusus kepada wisatawan yang sedang hamil, pasangan dari perempuan hamil, serta mereka yang berencana memiliki anak.
Perempuan hamil disarankan menghindari perjalanan ke Bali apabila memungkinkan selama periode transmisi Zika teridentifikasi. Jika perjalanan tidak dapat ditunda, langkah perlindungan dari gigitan nyamuk harus dilakukan secara ketat.
Bagi pasangan laki-laki dari perempuan hamil, CDC juga menyarankan untuk menghindari hubungan seksual tanpa perlindungan selama sisa masa kehamilan.
Sementara bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, CDC menyarankan mempertimbangkan untuk menunda kehamilan setelah melakukan perjalanan ke Bali. Rekomendasi yang tercantum dalam health alert tersebut adalah tiga bulan bagi laki-laki dan dua bulan bagi perempuan setelah kembali dari perjalanan.
Kenali Gejala Zika
Wisatawan yang baru kembali dari Bali dan mengalami gejala seperti demam, ruam, sakit kepala, nyeri sendi atau otot, maupun mata merah disarankan segera mencari pertolongan medis.
CDC menyebut tenaga kesehatan akan menentukan kebutuhan pemeriksaan dan pemantauan berdasarkan faktor risiko serta pedoman yang berlaku.
Meski sebagian besar infeksi Zika tidak menimbulkan gejala atau hanya menyebabkan keluhan ringan, kewaspadaan tetap penting, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko terhadap komplikasi kehamilan.
Dengan adanya peningkatan laporan kasus pada wisatawan yang kembali dari Bali, wisatawan tidak diminta panik, tetapi lebih disiplin melindungi diri dari gigitan nyamuk sebelum, selama, dan setelah perjalanan.
(ddn/ddn)