Cara efektif mencegah kulit kering saat musim kemarau menurut ahli
Jakarta (ANTARA) - Musim kemarau identik dengan cuaca yang panas dan tingkat kelembapan udara yang rendah. Kondisi ini tidak hanya membuat tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan kulit. Salah satu masalah yang paling sering muncul adalah kulit kering yang ditandai dengan rasa kasar, kaku, gatal, hingga mengelupas.
Menurut Dokter Marianti dilansir dari Alodokter, Kulit kering terjadi karena lapisan pelindung kulit kehilangan kadar air dan minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan. Saat cuaca panas, cairan tubuh lebih cepat menguap melalui keringat sehingga kulit menjadi lebih rentan kehilangan kelembapan. Jika tidak dirawat dengan baik, kulit kering dapat memicu iritasi, pecah-pecah, bahkan meningkatkan risiko infeksi.
"Kulit kering memang sering menjadi keluhan ketika menghadapi cuaca panas maupun dingin yang ekstrem. Kondisi ini bisa membuat kulit terasa kaku, gatal, bahkan kadang mengelupas, sehingga wajar jika Anda merasa tidak nyaman" jawab Dokter Marianti.
Agar kondisi tersebut tidak semakin parah, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kelembapan kulit selama musim kemarau.
Baca juga: Air cooler jadi solusi atasi kulit kering di musim kemarau
Baca juga: 3 perawatan dasar agar lansia tidak mengalami kulit kering
Salah satu cara paling efektif adalah menggunakan pelembap atau moisturizer secara rutin. Pilih pelembap yang mengandung bahan-bahan emolien seperti gliserin, shea butter, atau ceramide karena mampu membantu mengunci kadar air di dalam kulit sekaligus memperbaiki lapisan pelindung kulit.
Untuk hasil yang lebih optimal, pelembap sebaiknya dioleskan segera setelah mandi ketika kulit masih sedikit lembap. Cara ini membantu menjaga kandungan air di permukaan kulit sehingga kelembapannya bertahan lebih lama.
Selain menggunakan pelembap, penting untuk menghindari kebiasaan mandi dengan air panas dalam waktu yang terlalu lama. Air panas dapat mengangkat minyak alami yang berfungsi melindungi kulit sehingga kulit menjadi lebih mudah kering. Sebaiknya gunakan air bersuhu normal atau hangat dan batasi waktu mandi agar kelembapan kulit tetap terjaga.
Pemilihan sabun juga perlu diperhatikan. Gunakan sabun yang memiliki formula lembut, bebas pewangi, serta tidak mengandung deterjen keras. Sabun dengan kandungan tersebut umumnya lebih aman bagi kulit sensitif dan tidak menyebabkan kulit kehilangan minyak alaminya secara berlebihan.
Baca juga: Enam tips mengatasi kulit wajah kering dengan "skincare"
Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga menjadi langkah penting dalam mencegah kulit kering. Konsumsi air putih yang cukup setiap hari membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh sekaligus mendukung kelembapan kulit dari dalam. Asupan cairan yang cukup juga membantu menjaga elastisitas kulit sehingga tidak mudah terasa kaku atau pecah-pecah.
Saat beraktivitas di luar ruangan selama musim kemarau, penggunaan tabir surya atau sunscreen juga tidak boleh diabaikan. Paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi dapat merusak lapisan pelindung kulit, mempercepat penguapan air, serta membuat kulit semakin kering. Oleh karena itu, gunakan tabir surya dengan nilai SPF yang sesuai sebelum beraktivitas di luar ruangan dan aplikasikan kembali sesuai petunjuk penggunaan.
Selain itu, hindari kebiasaan menggaruk kulit yang terasa gatal akibat kekeringan. Menggaruk dapat menyebabkan luka, iritasi, hingga meningkatkan risiko infeksi apabila lapisan kulit mengalami kerusakan. Jika rasa gatal muncul, gunakan pelembap atau kompres dingin untuk membantu meredakannya.
Pada beberapa orang, kulit kering dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti kulit pecah-pecah, terasa perih, muncul ruam, atau bahkan mengeluarkan cairan. Apabila gejala tersebut terjadi atau tidak membaik meski telah melakukan perawatan mandiri, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Menjaga kelembapan kulit selama musim kemarau tidak hanya bertujuan mempertahankan penampilan, tetapi juga penting untuk menjaga fungsi kulit sebagai pelindung utama tubuh dari paparan kuman, polusi, dan faktor lingkungan lainnya. Dengan menerapkan perawatan kulit yang tepat, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, serta melindungi kulit dari paparan sinar matahari, risiko kulit kering saat musim kemarau dapat diminimalkan sehingga kesehatan kulit tetap terjaga.
Baca juga: Cara efektif atasi kulit tumit dan telapak kaki pecah-pecah
Baca juga: Jarang disadari, ini sebab dan faktor risiko kulit kaki pecah-pecah
Baca juga: Kenali gejala kulit kering disertai gatal yang sering terabaikan
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.