gop-crypto.vip

Cara BTN Jangkau Seluruh Segmen Masyarakat Dapatkan Rumah Lewat KPR

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Jakarta, VIVA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memperbaiki 20 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga prasejahtera di empat wilayah Indonesia. Kolaborasi tersebut digelar ke berbagai daerah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia yang masih tinggal di hunian tidak layak.

Baca Juga

Sebanyak 20 RTLH tersebut tersebar masing-masing lima unit di Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo. Program ini melanjutkan kolaborasi BTN-PPATK pada 2025 yang telah memperbaiki 15 rumah, sehingga selama dua tahun sebanyak 35 rumah telah menjadi penerima manfaat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, perbaikan RTLH menjadi salah satu solusi untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki kemampuan memperoleh rumah melalui pembiayaan maupun memperbaiki rumah secara mandiri. Terlebih, sekitar satu dari tiga keluarga Indonesia masih tinggal di rumah yang belum memenuhi seluruh kriteria hunian layak.

Baca Juga

“BTN hidup dari industri perumahan dan kami memahami betul bahwa belum semua segmen masyarakat bisa mendapatkan rumah melalui KPR, terutama masyarakat pada desil 1, 2, 3 dan sebagian desil 4 yang masih memiliki keterbatasan untuk membayar angsuran. Karena itu, salah satu solusi yang bisa kita lakukan adalah melalui bedah rumah,” ujar Nixon di Desa Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, dikutip Jumat, 14 agustus 2026.

Menurut Nixon, penyelesaian persoalan rumah tidak layak huni membutuhkan keterlibatan banyak pihak. BTN dan PPATK pun berkomitmen menjadikan program bedah rumah sebagai kegiatan tahunan dengan menyasar wilayah yang masih menghadapi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

Baca Juga

“Apa yang kita lakukan hari ini memang masih bagian kecil. Tetapi kalau semua korporasi dan institusi memiliki gerakan yang sama, ribuan rumah bisa kita perbaiki setiap tahun. Kita tidak hanya menunggu pemerintah, korporasi juga bisa bergerak bersama dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Program tersebut juga sejalan dengan transformasi BTN menuju Beyond Mortgage – Membangun Rumah, Membangun Kehidupan, sekaligus semangat transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia untuk menciptakan nilai dan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. BTN pun telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 6,1 juta rumah di seluruh Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Pada kesempatan yang sama, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, program bedah rumah merupakan bagian dari Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia yang telah memasuki usia 24 tahun dan menjadi gerakan bersama berbagai pemangku kepentingan.