gop-crypto.vip

Camilan luar daerah dominasi outlet di Tapsel, produk lokal didorong naik kelas - ANTARA News Sumatera Utara

Tapanuli Selatan (ANTARA) - Beragam makanan ringan asal luar daerah masih mendominasi sejumlah outlet penjualan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.

Kondisi itu menunjukkan produk usaha kecil dan menengah (UKM) lokal masih menghadapi tantangan untuk bersaing, meski dari sisi kualitas dan cita rasa dinilai tidak jauh berbeda.

Dewi Siregar, pengusaha rumah makan Sarayepo Parsariran, Kecamatan Batangtoru, Tapsel, mengatakan produk makanan ringan dari Sumatera Barat dan Riau telah lama mengisi outlet miliknya. Bahkan, produk dari luar daerah tersebut telah menjadi langganan sejak 2017.

“Kalau produk dari Sumatera Barat dan Riau sudah masuk sejak lama. UKM lokal baru mulai memasukkan produknya sekitar lima tahun terakhir,” ujar Dewi kepada Antara, Minggu.

Menurutnya, berbagai jenis makanan ringan yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari untir-untir, kerupuk tempe, kacang tepung, lapo-lapo, kuping gajah, rakik kacang, sarang burung, dodol, dodol garit, kue kacang, kerupuk ubi hingga sarang balam.

Sistem pemasaran yang diterapkan juga relatif fleksibel. Produk makanan ringan tersebut umumnya dipasok ke outlet dan pembayarannya dilakukan secara berkala, yakni sekali dalam sepekan setelah produk terjual.

Dewi menilai, produk UKM lokal sebenarnya memiliki peluang besar untuk bersaing karena kualitas dan cita rasanya tidak kalah dibandingkan produk dari luar daerah. Namun, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat agar produk lokal lebih mudah diterima pasar.

“Yang menjadi tantangan itu soal cita rasa, kemasan dan harga. Tiga hal ini harus menjadi perhatian pelaku UKM lokal,” katanya.

Menurut Dewi, kemasan yang menarik dan standar rasa yang konsisten menjadi faktor penting dalam menarik minat konsumen. Selain itu, harga juga harus disesuaikan dengan daya beli masyarakat tanpa mengorbankan kualitas produk.

Ia berharap semakin banyak pelaku UKM Tapsel berani menitipkan dan memperluas pemasaran produknya di berbagai outlet. 

Dengan peningkatan kualitas produk, kemasan dan strategi pemasaran, makanan ringan lokal dinilai berpeluang mengisi pasar yang selama ini banyak dikuasai produk dari luar daerah.

Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.