gop-crypto.vip

Bus Gunung Harta Double Decker Terbakar di Tol Madiun-Nganjuk

Bagikan:

MADIUN - Busdouble deckeratau tingkat milik PO Gunung Harta jurusan Jakarta–Jember terbakar di KM 631 ruas Tol Madiun–Nganjuk, tepatnya di wilayah Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Sabtu (1/8) dini hari.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Madiun Andy Koerniawan mengatakan sesuai data, bus dilaporkan mengangkut sekitar 30 penumpang, dua sopir, dan seorang kernet saat kebakaran. Beruntung tidak ada korban, karena semua berhasil keluar sebelum bodi bus terbakar hebat.

"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut," ujarnya dilansir ANTARA, Sabtu, 1 Agustus.

Bus bernomor polisi B-7572-KGA itu dikemudikan oleh Purwanto (61), warga Dusun Tamanrejo, Desa Tamansari Kabupaten Jember. Sementara sopir cadangan diketahui bernama Abdul Rajak, warga Desa Tukangkayu, Kabupaten Banyuwangi.

Saat kejadian, bus melaju dari arah Jakarta menuju Jember. Setiba di TKP KM 631, tiba-tiba lampu utama padam. Kemudian pengemudi berusaha menepikan kendaraan di bahu jalan dan memutus semua arus kelistrikan pada mesin.

Saat ia mengecek box sekering, tiba-tiba keluar asap dan ia menyuruh semua penumpang untuk keluar. Setelah itu muncul percikan api dan terbakar.

Petugas Damkar menerima laporan kebakaran pada Jumat (31/7) sekitar pukul 23.40 WIB dari petugas tol. Tim Damkar Kabupaten Madiun tiba di lokasi sekitar pukul 00.01 WIB dan langsung melakukan pemadaman bersama Damkar Kabupaten Nganjuk.

Dalam proses penanganan, Damkar Kabupaten Madiun mengerahkan satu unit mobil pemadam sedangkan Damkar Kabupaten Nganjuk mengirimkan tiga unit armada.

Personel Patroli Jalan Raya (PJR), Satuan Lalu Lintas Polres Madiun, dan petugas tol juga turut mengamankan lokasi kejadian serta mengatur arus lalu lintas tol di sekitar lokasi kejadian yang sempat tersendat akibat insiden tersebut.

Hasil dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting arus listrik pada bus. Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+