gop-crypto.vip

Bupati: Program MBG di Pati harus utamakan produk pasokan dan pelaku UMKM lokal

Bupati: Program MBG di Pati harus utamakan produk pasokan dan pelaku UMKM lokal

Senin, 20 Juli 2026 19:37 WIB

Image Print

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membuka kegiatan Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan Perkoperasian serta Kapasitas dan Kompetensi SDM Koperasi melalui Pendidikan dan Pelatihan Tata Kelola untuk Koperasi Baru yang digelar di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati, Senin (20/7/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Pati.

Pati (ANTARA) - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Jawa Tengah, Risma Ardhi Chandra menegaskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu harus mengutamakan produk dan pemasok dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal bukan perusahaan besar.

"Sebaiknya jangan mengambil pemasok dari perusahaan-perusahaan besar. Dan yang harus memanfaatkan peluang adanya Program MBG harusnya UMKM di sekitar SPPG," ujarnya. di Pati, Senin.

Hal itu dikemukakan saat membuka kegiatan "Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan Perkoperasian serta Kapasitas dan Kompetensi SDM Koperasi melalui Pendidikan dan Pelatihan Tata Kelola untuk Koperasi Baru" yang digelar di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati.

Menurut dia, Program MBG menjadi peluang besar untuk menggerakkan perekonomian daerah apabila kebutuhan bahan bakunya dipasok oleh UMKM dan koperasi yang berada di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia mengatakan Kabupaten Pati memiliki potensi pertanian dan berbagai produk olahan yang mampu bersaing dari sisi kualitas. Karena itu kebutuhan bahan pangan untuk Program MBG seharusnya dipenuhi oleh produk lokal, agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

"Jika SPPG mengambil produk-produk dari UMKM Kabupaten Pati, otomatis ekonomi akan berputar di Kabupaten Pati. Potensi pertanian lokal kita tidak kalah baik kualitasnya dengan daerah lain maupun negara lain," katanya.

Selain mendorong keterlibatan UMKM dalam Program MBG, Risma Ardhi Chandra juga mengajak koperasi untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, transformasi digital menjadi salah satu kunci agar koperasi semakin berkembang, efisien, dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

"Dunia digital bergerak sangat cepat. Kemudahan bertransaksi harus dimanfaatkan untuk mengembangkan koperasi agar semakin maju dan mampu bersaing," ujarnya.

Sementara itu kegiatan yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman perkoperasian, sekaligus memperkuat kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) koperasi baru melalui pendidikan dan pelatihan tata kelola.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.