gop-crypto.vip

Bupati Kotim terapkan emansipasi wanita dalam kepanitiaan HUT Kemerdekaan

Bupati Kotim terapkan emansipasi wanita dalam kepanitiaan HUT Kemerdekaan

Jumat, 14 Agustus 2026 19:28 WIB

Image Print

Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor. ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor mendorong penerapan emansipasi wanita dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan memberikan ruang kepemimpinan lebih besar kepada perempuan dalam kepanitiaan maupun pelaksanaan rangkaian kegiatan.

"Kemarin saya bilang ke Pj Sekda, terapkan saja emansipasi wanita. Jadi kesetaraan gender, semua panitianya itu perempuan. Ketua, wakil ketua, bahkan komandannya bisa perempuan," kata Halikinnor di Sampit, Jumat.

Kebijakan tersebut bukan sekadar memberikan kesempatan kepada perempuan untuk menduduki posisi strategis, tetapi menjadi bagian dari upaya menunjukkan perempuan memiliki kemampuan yang setara untuk memimpin dan menjalankan tanggung jawab besar.

Halikinnor menilai perempuan memiliki kemampuan yang tidak kalah dibandingkan laki-laki, sehingga peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi momentum untuk memperlihatkan peran tersebut secara nyata.

"Perempuan juga tidak kalah hebat dari laki-laki. Makanya tahun ini kita tunjuk wanita sebagai panitianya," ujarnya.

Bupati Kobar itu menambahkan, efisiensi anggaran memang mengharuskan pemerintah untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan anggaran, namun hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi makna peringatan kemerdekaan.

Menurutnya, peringatan HUT RI merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu yang mengorbankan harta, air mata, bahkan nyawa demi kemerdekaan bangsa.

"Kita tahu memang kita sedang efisiensi, tapi tidak juga alasan bahwa efisiensi kita tidak memperingati. Karena ini bentuk penghargaan dan penghormatan kepada para pendahulu kita," pungkasnya.

Penerapan semangat emansipasi itu terlihat dalam kepanitiaan inti HUT Kemerdekaan RI di Kotim.

Ketua Panitia, dr Yulia Nofiany menyampaikan posisi ketua serta dua wakil ketua seluruhnya dipercayakan kepada perempuan, sedangkan anggota kepanitiaan lainnya tetap melibatkan laki-laki dan perempuan.

"Panitia inti, ketua, wakil ketua satu dan wakil ketua dua memang perempuan, tetapi untuk anggota lainnya campur ada laki-laki maupun perempuan," sebut Yulia.

Bagi Yulia, kepercayaan tersebut menjadi pengalaman sekaligus tanggung jawab besar karena untuk pertama kalinya dipercaya memimpin kepanitiaan HUT Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Kotim.

Ia memastikan amanah tersebut akan dijalankan secara maksimal, terutama dalam menjaga kekhidmatan seluruh rangkaian peringatan mulai dari detik-detik proklamasi hingga kegiatan penunjang lainnya.

"Yang pasti kami berterima kasih karena diberi kepercayaan oleh pimpinan. Kami akan menjalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya supaya tidak mengecewakan," tuturnya.

Ia menyampaikan, persiapan kegiatan saat ini disebut telah mencapai sekitar 90 persen dan memasuki tahap penyelesaian akhir. Salah satu penyesuaian dilakukan pada pelaksanaan apel kehormatan dan renungan suci yang dimajukan dari 16 menjadi 15 Agustus agar waktunya diselaraskan dengan pelaksanaan di tingkat pusat.

Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat dengan rapat paripurna mendengarkan pidato Presiden RI dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara serta pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke 81 Kemerdekaan RI.

Kegiatan dilanjutkan rapat paripurna mendengarkan pidato kenegaraan Presiden terkait penyampaian pengantar keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 beserta nota keuangan dan dokumen pendukungnya.

Kemudian, pada hari yang sama juga dilaksanakan gladi kotor detik-detik proklamasi dan penurunan bendera Merah Putih di Stadion 29 November Sampit, kemudian dilanjutkan gladi resik pada Sabtu.

"Lalu, pada malamnya apel kehormatan dan renungan suci dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Batarung Km 8,5 Sampit, sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan," lanjutnya.

Puncak peringatan berlangsung Senin, 17 Agustus 2026, melalui upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Stadion 29 November Sampit, dilanjutkan silaturahmi kebangsaan serta upacara penurunan bendera Merah Putih.

Nuansa keberagaman juga akan diperkuat melalui penggunaan wastra atau pakaian adat Nusantara bagi ASN eselon II dan III. Konsep tersebut diarahkan untuk menampilkan keberagaman suku dan budaya yang hidup di Kotim.

Panitia juga menyiapkan pawai pembangunan yang dijadwalkan 22 Agustus. Selain agenda utama, ada juga beberapa kegiatan tambahan seperti pemberian remisi, anjangsana bersama veteran, serta rencana peluncuran Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD).

Yulia menyebut tidak ada kendala berarti dalam persiapan karena seluruh perangkat daerah telah terlibat dan menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan juga terbantu karena petunjuk teknis peringatan HUT RI pada dasarnya memiliki pola yang relatif sama setiap tahun, sehingga perangkat daerah telah memahami pembagian tugas dan kebutuhan pelaksanaannya.

Namun, kondisi musim kemarau menjadi perhatian khusus panitia karena berpotensi mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan peserta maupun undangan.

Meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi menimbulkan asap, sementara cuaca panas dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan selama peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung cukup panjang.

Untuk itu, panitia mengoptimalkan kesiapan lokasi sekaligus menyediakan fasilitas kesehatan, sebagai upaya mengantisipasi peserta atau undangan yang mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti upacara dan kegiatan lainnya.

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.