Bupati Kapuas pastikan pembangunan Dermaga Waterfront City segera dimulai
Bupati Kapuas pastikan pembangunan Dermaga Waterfront City segera dimulai
Minggu, 16 Agustus 2026 13:06 WIB
Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, di dampingi Sekda Kapuas, Usis I Sangkai, beserta jajaran, meninjau kedatangan tiang pancang pembangunan Dermaga Waterfront City Kapuas, di Pelabuhan Danu Mare Kuala Kapuas, Sabtu malam (15/8/2026). ANTARA/All Ikhwan
Kuala Kapuas (ANTARA) - Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Wiyatno memastikan pemancangan tiang pancang pembangunan Dermaga Waterfront City Kabupaten, segera dimulai.
“Mohon dukungannya kepada masyarakat Kapuas agar pembangunan Dermaga Waterfront City bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” kata Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno di Kuala Kapuas, Sabtu malam.
Hal itu disampaikannya, saat bersama Sekda Kapuas Usis I Sangkai serta sejumlah kepala perangkat daerah lainnya, meninjau langsung kedatangan ratusan tiang pancang di Pelabuhan Danu Mare Kuala Kapuas.
Pembangunan Dermaga Waterfront City merupakan bagian dari pengembangan kawasan wisata baru di kabupaten setempat. Dermaga tersebut direncanakan memiliki panjang mencapai 700 meter.
Selain mendukung pengembangan destinasi wisata, pembangunan dermaga ini juga menjadi bagian dari penataan kawasan Ujung Murung agar lebih tertata, indah, serta memiliki daya tarik bagi wisatawan maupun masyarakat yang berkunjung ke daerah yang berjulukan “Kota Air” yakni Aman, Indah dan Ramah ini.
Wiyatno berharap proyek yang menelan anggaran lebih dari Rp82,6 miliar itu, bersumber dari APBD Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2026 tersebut dapat berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal kontrak.
Sementara itu, Johan selaku perwakilan pihak perusahaan menyampaikan, jumlah tiang pancang yang telah tiba di Pelabuhan Danu Mare Kuala Kapuas, sebanyak 900 batang.
“Kalau tidak ada halangan, besok sudah mulai dilakukan pemancangan,” kata Johan.
Ia mengakui pengiriman tiang pancang tersebut, mengalami keterlambatan pengiriman akibat faktor cuaca di laut, serta proses penyelesaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
“Sebenarnya target kita tiang pancang bulan Juli sudah datang, cuma karena kendala cuaca di laut sehingga mengalami keterlambatan, dan juga kita menyelesaikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan,” demikian Johan.
Baca juga: Karhutla hanguskan puluhan hektare lahan empat kecamatan di Kapuas
Baca juga: Program Satu Miliar Satu Desa Kapuas berdampak nyata bagi warga Pulau Kaladan
Baca juga: DPRD Kapuas komit dukung program pemerintah pusat
Pewarta : All Ikhwan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.