Bupati Banjar serahkan bonus kepada Naupal peraih medali perak O2SN - ANTARA News Kalimantan Selatan
Martapura (ANTARA) - Bupati Banjar, Kalimantan Selatan Saidi Mansyur menyerahkan bonus penghargaan kepada atlet pencak silat muda Ananda M Naupal Hebatullah yang berhasil meraih medali perak atau peringkat kedua nasional pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Jakarta.
Bonus diserahkan Bupati Saidi bersama Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al Habsyi dan Sekretaris Dapagi Yudi Andrea sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah atas prestasi yang mengharumkan nama Kabupaten Banjar di tingkat nasional di Ruang Kerja Bupati Banjar, Martapura, Senin.
Saidi juga mendoakan Naupal dapat meningkatkan prestasi yang diraih dan melangkah ke jenjang pendidikan SMP serta kembali menjadi wakil andalan Kabupaten Banjar pada O2SN mendatang.
Naupal yang tercatat sebagai salah satu siswa SDN Cindai Alus 2 Martapura, berhasil meraih medali perak pada cabor pencak silat O2SN jenjang SD yang berlangsung pada 17-23 Agustus 2026 di Jakarta.
Kepala SDN Cindai Alus 2 Martapura Supiansyah mengatakan pihak sekolah turut bangga atas prestasi yang diraih Naupal karena menjadi medali tingkat nasional pertama yang berhasil dibawa pulang ke sekolah.
"Kami berharap, prestasi Naupal diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya di Kabupaten Banjar untuk terus mengembangkan bakat dan mengukir prestasi hingga tingkat nasional," tutur Supianyah.
Sebelumnya, SDN Cindai Alus 2 Martapura telah tiga kali mengirimkan perwakilan ke tingkat nasional, yakni pada cabor karate tahun 2023 serta pencak silat pada 2025 dan 2026 tetapi belum berhasil meraih prestasi.
Selama, pada O2SN jenjang SD di Jakarta, Kabupaten Banjar mengirim sejumlah perwakilan pada berbagai cabang lomba dan Naupal menjadi satu-satunya atlet yang berhasil meraih juara kedua nasional sekaligus membawa harus nama kabupaten itu.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.