BUMDes Bertransformasi Jadi Mesin Bisnis Baru, Ini Strategi Mengembangkan Ekonomi Desa
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:06 WIB
Jakarta, VIVA – Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru di tingkat desa. Melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan unit usaha produktif, BUMDes dapat berperan sebagai penggerak aktivitas ekonomi lokal.
Baca Juga
Salah satu contohnya terlihat pada BUMDes Payang Sejahtera di Desa Sungai Payang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Lembaga ekonomi desa tersebut berkembang dengan mengelola berbagai sektor usaha dan mencatatkan omzet kumulatif mencapai Rp115,11 miliar sepanjang 2019–2025.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perkembangan BUMDes Payang Sejahtera tidak terlepas dari program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan bersama PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha MMS Group Indonesia (MMSGI).
Baca Juga
Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan usaha dan permodalan, tetapi juga mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan peluang ekonomi produktif.
"Melainkan juga pada penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan peluang ekonomi produktif," kata Kemal dalam keterangannya, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Baca Juga
Omzet BUMDes Naik dari Rp4,67 Miliar Menjadi Rp27,67 Miliar
Pertumbuhan usaha menjadi salah satu indikator perkembangan BUMDes Payang Sejahtera. Omzet lembaga tersebut meningkat dari Rp4,67 miliar pada 2019 menjadi Rp27,67 miliar pada 2023.
Secara kumulatif, omzet yang dibukukan sepanjang 2019–2025 mencapai Rp115,11 miliar. Selain mengembangkan kegiatan usaha, BUMDes ini juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa.
Kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) tercatat sebesar Rp1,68 miliar. Sementara itu, kontribusi untuk program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) desa mencapai Rp589 juta.
Capaian tersebut menunjukkan peran BUMDes tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bisnis, tetapi juga dengan penguatan sumber pendapatan dan kegiatan ekonomi di tingkat desa.
Pengembangan usaha dilakukan melalui berbagai sektor yang disesuaikan dengan peluang ekonomi masyarakat setempat. Dengan beragam unit usaha, BUMDes memiliki sejumlah sumber pendapatan yang dapat mendukung keberlangsungan kegiatan bisnisnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kelola 14 Unit Usaha dan Libatkan 195 Warga
BUMDes Payang Sejahtera kini mengelola 14 unit usaha di berbagai bidang. Kegiatan tersebut meliputi jasa boga, transportasi, pengelolaan perkebunan, penyediaan air bersih, perikanan, konstruksi, hingga layanan pendukung operasional perusahaan.
Halaman Selanjutnya
Diversifikasi usaha tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kegiatan ekonomi produktif di Desa Sungai Payang. Pengelolaan berbagai sektor juga membuka peluang keterlibatan masyarakat dalam kegiatan usaha yang dijalankan BUMDes.