Bulog salurkan 184,56 ton beras bantuan lewat laut ke Teluk Wondama
Manokwari, Papua Barat (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Manokwari, Papua Barat, menyalurkan secara bertahap 184,56 ton beras bantuan pangan periode Juli, Agustus dan September 2026 melalui jalur transportasi laut dari Manokwari untuk 6.152 penerima di Kabupaten Teluk Wondama.
Kepala Perum Bulog Cabang Manokwari Sheika Irawaty di Manokwari, Kamis, mengatakan proses distribusi tidak dapat dilakukan sekaligus karena menyesuaikan dengan daya tampung kapal yang digunakan oleh pihak transporter.
"Penyaluran ke Teluk Wondama dimulai hari ini karena mengikuti jadwal kapal yang dipakai untuk muat beras bantuan pangan," kata Irawaty.
Ia merinci penyaluran ke wilayah Distrik Wasior sebanyak 65,82 ton (2.194 penerima), Rasie 20,88 ton (696 penerima), Wondiboy 13,98 ton (466 penerima), Rumberpon 11,28 ton (376 penerima), Roon 10,95 ton (365 penerima) dan Kuri Wamesa 10,80 ton (360 penerima).
Kemudian, Teluk Duairi 10,74 ton (358 penerima), Windesi 10,08 ton (336 penerima), Nikiwar 8,40 ton (280 penerima), Naikere 6,99 ton (233 penerima), Soug Jaya 6,03 ton (201 penerima), Wamesa 5,01 ton (167 penerima), dan Roswar 3,60 ton (120 penerima).
"Jumlah penerima tersebar di 13 distrik. Setiap penerima yang terdaftar akan menerima 30 kilogram beras bantuan pangan dari pemerintah untuk alokasi tiga bulan," ujarnya.

Dia menyebut Teluk Wondama merupakan satu-satunya kabupaten di wilayah kerja Bulog Cabang Manokwari yang proses pendistribusian bantuan pangan menggunakan transportasi laut, sedangkan empat kabupaten lainnya melalui jalur darat.
Bulog tetap mengawal seluruh proses distribusi dan pihak transporter bertanggung jawab penuh terhadap kualitas maupun kuantitas beras bantuan pangan hingga ke tangan penerima sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani.
"Kalaupun ada beras yang rusak atau karungnya sobek, transporter wajib ganti. Kami berharap cuaca mendukung, supaya penyaluran berjalan lancar," kata Irawaty.
Sebelum penyaluran, kata dia, Bulog bersama pemerintah daerah terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi guna membahas mekanisme serta penentuan lokasi yang menjadi titik penyaluran beras bantuan pangan kepada penerima di Teluk Wondama.
Adapun lokasi yang disepakati antara lain, kantor distrik dan balai kampung agar memudahkan pengawasan dalam penyaluran sekaligus memperpendek jarak tempuh penerima, sehingga tidak membebankan masyarakat.
"Ada distrik yang penyaluran melalui balai kampung, tapi ada yang langsung dari kantor distrik karena sesuai kondisi di masing-masing wilayah," ucap Irawaty.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.