Bulog Papua siapkan 27.900 ton beras hingga akhir 2026
Bulog Papua siapkan 27.900 ton beras hingga akhir 2026
Sabtu, 26 September 2026 18:46 WIB
Pimpinan Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat Ahmad Mustari (ANTARA/Qadri Pratiwi)
Jayapura (ANTARA) - Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat menyiapkan stok beras sebanyak 27.900 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026.
Pimpinan Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat Ahmad Mustari di Jayapura, Kamis, mengatakan, dari jumlah tersebut sebanyak 11.900 ton beras berada di gudang Bulog, sementara sekitar 16.000 ton lainnya masih dalam perjalanan dan proses pembongkaran.
“Berdasarkan data per Senin (21/9) di mana jika masuk semua di dalam gudang maka ada 27.900 ton sehingga ini dipastikan mencukupi stok akhir tahun ini,” katanya.
Menurut Mustari, pihaknya juga terus menjaga ketersediaan beras agar stok di gudang tidak kosong, mengingat adanya penyaluran bantuan pangan, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih berlangsung serta persiapan menghadapi musim kekeringan.
"Selain itu, stok beras tersebut juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan ASN, TNI dan Polri serta mengantisipasi kebutuhan akibat bencana alam," ujarnya.
Dia menjelaskan untuk bantuan pangan periode Juli-September 2026, pihaknya mendapat pagu sebanyak 25.362,75 ton. Hingga 21 September, penyaluran telah mencapai 17.055,99 ton atau sekitar 78,33 persen.
"Sehingga masih terdapat sejumlah wilayah yang belum menerima seluruh alokasi bantuan pangan, terutama daerah pegunungan dan pesisir. Penyaluran menghadapi kendala cuaca, keamanan serta keterbatasan transportasi udara dan laut," katanya lagi.
Dia menambahkan sementara untuk beras SPHP, realisasi penyaluran hingga 21 September mencapai 16.699 ton dari target sekitar 37.000 ton untuk wilayah Papua.
"Dan kebutuhan beras bagi ASN di seluruh Papua mencapai lebih dari 5.000 ton setiap bulan sehingga kami akan menjaga stok gudang jangan sampai kosong," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026