Bulog Natuna libatkan aparat kecamatan salurkan bantuan pangan di perbatasan
Bulog Natuna libatkan aparat kecamatan salurkan bantuan pangan di perbatasan
Kamis, 27 Agustus 2026 14:32 WIB
Buruh saat mengangkut beras milik Perum Bulog ke gudang Sedanau pada Agustus 2026. ANTARA/HO-Perum Bulog
Natuna (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), melibatkan aparat kecamatan dalam penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada 9.054 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di wilayah perbatasan tersebut.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian dikonfirmasi dari Natuna, Kamis, mengatakan penyaluran bantuan beras di Natuna melibatkan sebanyak 84 petugas, yang terdiri atas 17 orang petugas koordinator kecamatan dan 67 orang petugas pembagi.
Menurut dia, keterlibatan aparat kecamatan penting, karena mereka mengetahui kondisi wilayah dan masyarakat penerima bantuan. Selain membantu koordinasi, perangkat kecamatan juga diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi hingga bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak.
Baca juga: BKHIT Kepri tahan komoditas pertanian tanpa kelengkapan surat di Natuna
Ia menjelaskan, masing-masing PBP akan menerima bantuan beras untuk periode Juli, Agustus, dan September dengan total sebanyak 30 kilogram.
“PBP menerima 10 kilogram beras per bulan, jadi total 30 kilogram. Bantuan ini dari Badan Pangan Nasional (Bapanas)” katanya lagi.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya keluarga yang masuk dalam kategori kurang mampu menurut Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kegiatan peluncuran penyaluran bantuan direncanakan berlangsung pada Jumat (28/8) di Desa Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan, dan akan dihadiri oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan.
Program ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga ketersediaan pangan masyarakat di Natuna.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.