Bulog Manokwari salurkan 2.082,3 ton beras ASN untuk empat pemda - ANTARA News Papua Tengah
Manokwari (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Manokwari telah menyalurkan beras aparatur sipil negara (ASN) periode Januari hingga Juli tahun 2026 untuk empat pemerintah daerah (pemda) di Provinsi Papua Barat dengan realisasi 2.082.300 kilogram atau setara 2.082,3 ton.
Kepala Bulog Cabang Manokwari Sheika Irawaty di Manokwari, Kamis, mengatakan empat pemda yang dimaksud yaitu, Pemprov Papua Barat, Pemkab Teluk Bintuni, Pemkab Teluk Wondama, dan Pemkab Pegunungan Arfak.
“Jumlah yang kami salurkan tiap bulan itu bervariatif tergantung jumlah ASN masing-masing dan sebelum disalurkan, harus ada perjanjian kerja sama antara kami dengan pemda,” ujarnya.
Ia merinci, penyaluran beras ASN Pemprov Papua Barat untuk periode Januari-Juli 2026 mencapai 389.960 kilogram, dan Pemkab Teluk Wondama dengan periode yang sama tercatat sebanyak 843.880 kilogram beras.
Kemudian, Pemkab Pegunungan Arfak 530.230 kilogram untuk periode Januari-Juni 2026, sedangkan Pemkab Teluk Wondama baru terealisasi tiga empat bulan (Januari-April) sebanyak 318.230 kilogram.
“Penyaluran Mei-Juli untuk Wondama dan periode Juli untuk Pegunungan Arfak belum dilakukan karena tunggu rekonsiliasi data. Kalau sudah ada DO (delivery order) dan SPMU (surat perintah membayar uang) dari pemda, kami terbitkan SO (stock order),” jelas Irawaty.
Untuk menjawab kebutuhan beras ASN, kata dia, Bulog Manokwari harus menyediakan stok setiap bulan dengan kisaran kurang lebih sebanyak 600 kilogram belum termasuk beras ASN vertikal serta personel TNI AD, TNI AL, dan Polri.
Pendistribusian beras ASN untuk tiga pemerintah kabupaten dilakukan oleh perusahaan transporter yang ditunjuk oleh masing-masing pemerintah daerah, sedangkan penyaluran bagi ASN pemprov dilakukan melalui organisasi perangkat daerah (OPD).
“Harga beras dari Bulog untuk ASN per kilogram Rp12.607,29. Kalau Beras Bulog yang dijual ke pasar Rp11.600 per kilogram. Transporternya ditunjuk oleh pemerintah daerah. Tanggung jawab pengawasan Bulog hanya sampai ke transporter,” ujar Irawaty.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.