gop-crypto.vip

Bulog catat stok cadangan beras Lampung capai 264.884 ton setara beras

Bulog catat stok cadangan beras Lampung capai 264.884 ton setara beras

Jumat, 11 September 2026 15:47 WIB

Image Print

Pelaksanaan gerakan pangan murah oleh Bulog Kantor Wilayah Lampung sebagai upaya stabilisasi harga pangan di pasaran. ANTARA/HO-Bulog Lampung

Kami mengantisipasi bukan hanya pengaduan, tetapi kami mengantisipasi akan adanya kenaikan inflasi itu yang paling utama

Bandarlampung, Lampung (ANTARA) - Perum Bulog Lampung mencatat stok cadangan beras pemerintah (CBP) di Provinsi Lampung mencapai sebanyak 264.884 ton setara beras.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Lampung Rindo Safutra, berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Jumat, mengatakan stok itu terdiri atas 231.109 ton beras dan 66.227 ton gabah.

"Sedangkan, dari sisi hilir yakni melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara nasional hingga 5 September telah mencapai 756 ribu ton. Dan khusus untuk Lampung mencapai 18.956 ton," ucap dia.

Untuk stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional yang dikelola Bulog tercatat sekitar 4,9 juta ton.

Rindo melanjutkan kekuatan stok dan besarnya realisasi penyaluran tersebut memberikan ruang yang memadai untuk terus melakukan intervensi pasar secara terukur, dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi masyarakat.

Dengan pengawasan langsung ke pasar menjadi bagian penting dari langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas pangan.

"Kami mengantisipasi bukan hanya pengaduan, tetapi kami mengantisipasi akan adanya kenaikan inflasi itu yang paling utama. Karena penugasan yang paling utama adalah menjaga stabilisasi harga," tambahnya.

Menurut dia, melalui gerakan pangan murah atau operasi pasar menjadi langkah konkret dalam memperkuat stabilisasi pangan, dengan memastikan kondisi pasar dipantau langsung dari lapangan. Sehingga setiap potensi kenaikan harga maupun gangguan pasokan dapat diantisipasi dan ditangani sedini mungkin.

"Kami juga mendorong penguatan pasokan beras premium, serta komoditas pangan lainnya agar kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar dan terjangkau. Pengawasan serentak ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk merespons dinamika harga pangan secara cepat," ujar dia.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.