gop-crypto.vip

Buku 'Memburu Muhammad' Viral dan Disebut Penistaan Agama, Polda Metro Turun Tangan

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Jakarta, VIVA – Buku berjudul Memburu Muhammad karya Feby Indriani tengah menjadi sorotan setelah diskusi yang membahas buku tersebut di Bogor, Jawa Barat, disebut dibubarkan oleh sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas).

Baca Juga

Polda Metro Jaya kini mulai mendalami informasi terkait buku yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut. Pendalaman dilakukan untuk memastikan informasi yang beredar dan melihat apakah terdapat unsur pelanggaran hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengatakan, pihaknya baru mengetahui informasi mengenai buku dan polemik diskusi tersebut.

Baca Juga

"Pastinya kalau ada informasi seperti itu kami mengucapkan terima kasih. Ini pasti akan didalami, baik itu dari Direktorat Siber apabila itu memang berada di dunia digital dan pasti juga akan ditangani dari pihak Ditreskrimum," kata Budi kepada wartawan, Kamis, 24 September 2026.

Menurut Budi, polisi akan melihat lebih jauh informasi yang beredar, terutama apabila berkaitan dengan konten yang berpotensi menyesatkan masyarakat.

Baca Juga

"Kami melihat bagaimana adanya informasi-informasi yang menyesatkan masyarakat, apalagi terkait tentang suku, agama, dan ras. Ini menjadi perhatian kita bersama," ucap dia.

Polemik buku tersebut mencuat setelah penulisnya mengungkap melalui akun Threads bahwa diskusi buku yang digelar di Bogor dibatalkan oleh sebuah ormas.

Menurut Feby, kelompok tersebut tidak hanya mempersoalkan judul Memburu Muhammad, tetapi juga subjudul acara yang dibuat panitia.

"Mereka menyatakan siap perang dan mengancam akan membawa 200 orang massa. Pihak perpustakaan sebagai penyedia venue tentu cemas fasiltas mereka dirusak. Pihak panitia mencemaskan keamanan dan lancarnya keberlangsungan acara keseluruhan," kata penulis buku itu di akun Threads.

Selain Memburu Muhammad, polemik juga menyeret buku berjudul Bukan Perawan Maria. Hal tersebut terlihat dalam unggahan akun Instagram @iyuztagram.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam unggahan tersebut, kedua buku itu disebut sebagai bagian dari serial trilogi Islamisme Magis. Akun tersebut juga mempersoalkan isi dan tujuan dari buku-buku tersebut.

"Artinya jika ini dibiarkan maka akan muncul buku ketiga yang sama rusaknya, sama bobroknya, sama tujuannya yaitu menista agama Islam," demikian tertulis dalam unggahan itu.

Halaman Selanjutnya

Polda Metro Jaya kini akan melakukan pendalaman melalui jajaran terkait untuk mengetahui lebih jauh persoalan yang menjadi sorotan di media sosial tersebut.