Bukan Soal Menang atau Kalah, Ternyata Ini Alasan Sebenarnya Ruben Onsu Ajukan Gugatan Hak Asuh Anak Lagi
Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:35 WIB
VIVA – Keputusan Ruben Onsu kembali mengajukan gugatan terkait hak asuh anak hingga kini masih menjadi perhatian publik. Setelah sebelumnya persoalan perceraian keduanya telah diputus, Ruben kini mengungkap alasan mengapa ia memilih kembali menempuh jalur hukum.
Baca Juga
Presenter tersebut menegaskan bahwa langkah tersebut bukan didorong ambisi untuk menang di pengadilan. Menurutnya, gugatan itu justru menjadi jalan terakhir setelah upaya berkomunikasi secara langsung dengan mantan istrinya, Sarwendah, tidak membuahkan hasil.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bahkan, Ruben mengaku tidak mempermasalahkan apabila nantinya hasil persidangan tidak berpihak kepadanya.
Baca Juga
"Itu terpaksa gua lakukan, even gua kalah pun minimal akan ada hari yang diputuskan,” ungkap Ruben Onsu yang dikutip dari YouTube Deddy Corbuzier pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Ruben menjelaskan bahwa sejak awal dirinya tidak memiliki keinginan untuk memperpanjang persoalan setelah perceraian. Ia mengaku hanya berharap hubungan sebagai orang tua tetap berjalan dengan baik demi kepentingan anak-anak.
Baca Juga
Menurut Ruben, apabila komunikasi dapat dilakukan secara sehat, persoalan tersebut seharusnya tidak perlu sampai kembali dibawa ke pengadilan.
"Sebenernya kalo ikutin dari yang awal udah beres, gue nggak minta apa pun. Jadi gua cuma mau ngasih tau, udahlah kita solid aja lah,” ungkapnya lagi.
Dalam keterangannya, Ruben mengaku kesulitan membangun komunikasi dengan Sarwendah setelah keduanya resmi bercerai. Menurutnya, setiap kali mencoba membahas kondisi saat ini, pembicaraan justru kembali mengungkit persoalan yang telah terjadi di masa lalu.
"Tapi kan jawaban-jawabannya ada ininya dia di rumah tempatnya nyaman, bukan itu. Tapi kan ketika dibahas dibilang ngomongnya 'dulu waktu ini', dulu sebelum menikah itu mulu bahasannya,” jelas Ruben.
Ruben menegaskan bahwa dirinya ingin mencari solusi untuk kondisi sekarang, bukan kembali memperdebatkan peristiwa yang sudah berlalu.
Situasi itulah yang menurutnya membuat komunikasi menjadi tidak efektif dan sulit menghasilkan keputusan bersama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Karena merasa pembicaraan secara langsung tidak menemukan titik temu, Ruben akhirnya memutuskan melibatkan kuasa hukum sebagai perantara komunikasi.
Ia menilai cara tersebut lebih memungkinkan agar setiap pembahasan berjalan sesuai jalur hukum dan tidak lagi dipengaruhi emosi.
Halaman Selanjutnya
"Jadi ngomongnya nggak akan nyambung, makanya akhirnya gue mengambil keputusan udahlah lewat jasa lawyer. Kalo gue ngobrolnya nyambung ngapain gue ngelibatin orang, nggak nyambung ditanya gimana jawabnya gimana,” tandasnya.