gop-crypto.vip

Bukan sekadar hiasan, kerajinan kerang Bengkulu simpan nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir - ANTARA News Bengkulu

Bengkulu (ANTARA) - Cangkang kerang yang kerap ditemukan di pesisir Pantai Panjang Bengkulu tidak hanya menjadi sisa hasil laut, tetapi dapat diolah menjadi berbagai kerajinan bernilai ekonomi yang memberi tambahan penghasilan bagi masyarakat pesisir.

Pengrajin sekaligus penjual kerajinan kerang di kawasan Pantai Panjang, Susilawati (45) menyebutakan dirinya telah menjalankan usaha tersebut sekitar enam tahun terakhir. Dia melihat ada peluang usaha yang berbeda dari jenis dagangan lainnya.

"Jualan makanan sudah banyak. (Dan ini) yang tidak bermanfaat kita manfaatkan,” kata Susilawati.

Bahan baku kerang diperoleh dari nelayan dan warga sekitar pengumpul cangkang kerang yang terbawa ombak dan terdampar di pesisir pantai. Namun untuk jenis kerang tertentu, pasokan juga didatangkan dari daerah lain, seperti Sibolga dan pulau terluar Indonesia di Bengkulu, Pulau Enggano.

Cangkang kerang tersebut sebenarnya juga ada yang dia jual dalam bentuk bahan baku, namun untuk meningkatkan nilai tambah, Susilawati menjual sejumlah produk kerajinan yang telah jadi.

Produk yang dihasilkan antara lain cermin hias, kotak tisu, vas bunga, dan berbagai dekorasi rumah, sementara cangkang yang belum diolah biasanya banyak dicari untuk kebutuhan prakarya anak sekolah.

Salah seorang perajin dan pedagang kerajinan kerang Susilawati yang berjualan di pesisir pantai Kota Bengkulu. (ANTARA/Tania R)

Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari ribuan hingga ratusan ribu rupiah, tergantung pada jenis dan ukuran kerajinan. Menurut Susilawati, pembelinya pun berasal dari dalam maupun luar daerah, termasuk wisatawan asing yang tertarik menjadikannya sebagai oleh-oleh.

"Kalau warga negara asing itu banyak penggemarnya karena menurut mereka kerajinan kerang seperti ini unik," kata dia lagi.

Nelayan sekaligus pengrajin kerang Mulia (59) mengatakan pemanfaatan cangkang kerang berawal dari upaya mencari tambahan penghasilan ketika kondisi ekonomi sedang sulit. Cangkang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kemudian diolah atau dijual sesuai kebutuhan pembeli.

"Karang-karang ini mubazir, terbuang-buang. Kami ambil, ternyata ada peminat yang membeli," kata Mulia.

Selain menjual cangkang sebagai bahan baku, Mulia juga menerima pesanan berbagai kerajinan, seperti pot bunga, hiasan kolam, dan dekorasi rumah.

Di balik nilai ekonomi yang dihasilkan, pelaku usaha kerajinan kerang juga menghadapi tantangan seperti kekhawatiran terkait rencana pembatasan penjualan kerang yang dapat memengaruhi usaha mereka.

Para pelaku kerajinan di Bengkulu ini berharap pemanfaatan cangkang yang telah terdampar di pesisir tetap dapat diperbolehkan seperti biasanya karena mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa mengambil biota laut yang masih hidup.

Pewarta: Tania R
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.