Bukan Cuma Hormonal, Ini 7 Kebutuhan Wanita Saat Menopause yang Sering Diabaikan
Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:37 WIB
VIVA – Menopause bukan sekadar fase ketika menstruasi berhenti. Bagi banyak perempuan, masa transisi menuju menopause dapat membawa berbagai perubahan fisik dan emosional, mulai dari siklus haid yang tidak teratur, sensasi panas atau hot flashes, gangguan tidur hingga perubahan suasana hati atau mood swing.
Baca Juga
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut menopause sebagai bagian alami dari proses penuaan perempuan yang umumnya terjadi pada usia 45 hingga 55 tahun. Perubahan hormonal selama masa perimenopause dan setelah menopause dapat memengaruhi kondisi fisik, emosional, mental, hingga kehidupan sosial.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Karena itu, kebutuhan perempuan menopause sebenarnya tidak berhenti pada produk tertentu. Mereka membutuhkan dukungan yang lebih menyeluruh agar tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan sehat.
Baca Juga
Lantas, apa saja yang sebenarnya dibutuhkan perempuan saat memasuki masa menopause?
1. Informasi yang akurat tentang menopause
Baca Juga
Hal pertama yang dibutuhkan adalah pemahaman mengenai apa yang terjadi pada tubuh. Menopause merupakan proses biologis alami, bukan penyakit. Seorang perempuan dinyatakan telah mengalami menopause setelah tidak menstruasi selama 12 bulan berturut-turut tanpa penyebab lain.
Pengetahuan tersebut penting agar berbagai perubahan yang muncul tidak langsung dianggap sebagai masalah kesehatan yang menakutkan. Pemahaman yang baik juga membantu perempuan mengetahui kapan keluhan masih tergolong umum dan kapan perlu dikonsultasikan kepada tenaga medis.
2. Dukungan untuk mengatasi perubahan suasana hati
Mood swing menjadi salah satu keluhan yang dapat muncul selama transisi menopause. Perubahan hormon dapat berjalan bersamaan dengan gangguan tidur, rasa tidak nyaman akibat hot flashes, kecemasan, hingga perubahan kondisi emosional.
WHO juga mencatat perubahan suasana hati, depresi, kecemasan dan gangguan tidur sebagai bagian dari keluhan yang dapat dialami selama masa perimenopause dan menopause.
Karena itu, perempuan menopause membutuhkan lingkungan yang tidak menganggap perubahan emosi sebagai sesuatu yang berlebihan. Dukungan pasangan, keluarga, teman, maupun lingkungan kerja dapat membantu perempuan melewati fase tersebut dengan lebih baik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
3. Pola makan bergizi dan seimbang
Kebutuhan nutrisi juga menjadi semakin penting ketika memasuki usia menopause. Pola makan seimbang dengan sumber protein, sayuran, buah, biji-bijian, serta sumber kalsium dan vitamin D dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh.
Halaman Selanjutnya
Hal ini penting karena penurunan kadar estrogen setelah menopause berkaitan dengan perubahan kesehatan tulang dan meningkatnya sejumlah risiko kesehatan. WHO mencatat bahwa kehilangan kepadatan tulang pada masa menopause menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap osteoporosis dan risiko patah tulang.