gop-crypto.vip

Brida NTB perkuat hilirisasi riset pertanian melalui inovasi Jepang

Lombok Barat, NTB (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Bida) Nusa Tenggara Barat mendorong percepatan hilirisasi hasil riset dan inovasi di sektor pertanian negara Jepang.

Kepala Brida NTB, I Gede Putu Aryadi, mengatakan bahwa riset dan inovasi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Brida hadir sebagai penghubung antara hasil riset dengan implementasi di lapangan. Riset harus menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas produk, nilai ekonomi, hingga daya saing pertanian NTB," ujarnya dalam seminar "Praktik Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi Petani di Jepang" di Aula Brida NTB, Lombok Barat, Senin.

Menurutnya, potensi pertanian NTB yang didukung lahan subur dan iklim yang baik belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani karena hasil riset masih belum banyak diterapkan secara nyata.

Untuk itu, ia menekankan bahwa pasar saat ini semakin memperhatikan proses budidaya yang sehat, ramah lingkungan, dan memiliki ketertelusuran.

"Kondisi tersebut menjadi peluang bagi petani NTB untuk menghasilkan produk berkualitas sekaligus memenuhi kebutuhan sektor pariwisata, perhotelan, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG)," katanya.

Direktur Yayasan Wakai Farm Jepang, Hairul Fahmi, membagikan pengalaman mengembangkan pertanian modern di Jepang. Ia menjelaskan Jepang tengah menghadapi penurunan jumlah petani dan minim-nya regenerasi, sehingga membuka peluang bagi tenaga kerja asing, termasuk Indonesia, untuk berkontribusi di sektor pertanian.

Hairul menegaskan keberhasilan usaha pertanian tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada manajemen usaha yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Proses riset dan pengembangan, pengendalian mutu, pencatatan keuangan, serta kolaborasi dengan pemerintah dan perguruan tinggi menjadi fondasi utama dalam membangun usaha pertanian yang berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Tim keahlian dalam Teknologi Konversi Limbah menjadi Energi, Paip Amrullah, memaparkan pentingnya pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Ia menjelaskan limbah pertanian dapat diolah menjadi biogas, biochar, maupun biomaterial yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah, menghasilkan energi terbarukan, serta mendukung pengembangan produk ramah lingkungan.

Menurutnya, pemanfaatan limbah pertanian merupakan salah satu langkah strategis untuk mewujudkan ekonomi sirkular di sektor pertanian.

"Karena itu, teknologi yang diterapkan harus mudah dioperasikan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," katanya.

Seminar menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, antara lain perlunya memperkuat implementasi hasil riset di lapangan, mendorong kolaborasi triple helix antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, serta mengembangkan pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi, pengelolaan limbah pertanian, dan peningkatan nilai tambah produk.

Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan, penguatan ekonomi daerah, dan pembangunan pertanian yang berdaya saing.