BPS Ungkap Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 920 Ribu Orang dalam Setahun
Rabu, 05 Agustus 2026, 15:35 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk miskin di Indonesia turun menjadi 22,93 juta orang pada Maret 2026. Angka tersebut berkurang sekitar 920 ribu orang dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 23,85 juta orang, serta turun 430 ribu orang dibandingkan September 2025.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud mengatakan penurunan jumlah penduduk miskin juga diikuti oleh turunnya tingkat kemiskinan secara nasional.
"Jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 mencapai 22,93 juta orang, turun sekitar 430 ribu orang dibandingkan September 2025 dan berkurang 920 ribu orang dibandingkan Maret 2025," ujar Edy dalam konferensi pers BPS di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Secara persentase, tingkat kemiskinan nasional turun menjadi 8,07% pada Maret 2026, dari 8,25% pada September 2025 dan 8,47% pada Maret 2025.
Menurut dia, penurunan kemiskinan lebih terasa di wilayah perkotaan. Persentase penduduk miskin di kota turun menjadi 6,34% pada Maret 2026, dibandingkan 6,60% pada September 2025 dan 6,73% pada Maret 2025.
Sementara itu, tingkat kemiskinan di perdesaan juga menurun, meski lebih terbatas, yakni menjadi 10,67% pada Maret 2026 dari 10,72% pada September 2025 dan 11,03% pada Maret 2025.
Dari sisi jumlah penduduk, warga miskin di perkotaan berkurang menjadi 10,83 juta orang pada Maret 2026, turun dari 11,18 juta orang pada September 2025 dan 11,27 juta orang pada Maret 2025.
Baca Juga: BPS: Penduduk Miskin Indonesia Turun Jadi 22,93 Juta, Kemiskinan Desa Justru Makin Parah
Baca Juga: BPS Catat Pengangguran Turun Jadi 7,22 Juta Orang per Mei 2026
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,29% pada Kuartal II-2026
Adapun jumlah penduduk miskin di perdesaan tercatat 12,10 juta orang di Maret 2026, menurun dibandingkan 12,18 juta orang pada September 2025 dan 12,58 juta orang pada Maret 2025.
Dia juga mencatat garis kemiskinan pada Maret 2026 meningkat menjadi Rp669.235 per kapita per bulan, dibandingkan Rp609.160 per kapita per bulan pada Maret 2025.
Dari nilai tersebut, Rp499.886 atau sekitar 74,7% dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan makanan, sedangkan Rp169.349 atau 25,3% merupakan kebutuhan nonmakanan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.