BPBD sebut OMC selama 26-30 Agustus tangani karhutla dan kekeringan di Lampung
Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Rudy Sjawal Sugiarto mengatakan bahwa kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilaksanakan pada 26-30 Agustus untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di daerah setempat.
"Kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca di Lampung akan dimaksimalkan selama beberapa hari ke depan untuk meningkatkan tutupan air di wilayah Lampung," ujar Rudy Sjawal Sugiarto di Bandarlampung, Kamis.
Ia mengatakan bahwa selama pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca pada pada 26-30 Agustus, akan berfokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan terutama di Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur.
Kemudian diarahkan juga pada wilayah yang mengalami kekeringan, termasuk kawasan pertanian yang menjadi lumbung pangan.
"Sampai dengan 30 Agustus, atau ada kurang lebih lima hari. Bisa memaksimalkan ini untuk meningkatkan tutupan air di wilayah Provinsi Lampung, terutama di waduk-waduk yang memang ada beberapa laporan sudah mengalami kekeringan dan daerah-daerah pertanian yang menjadi lumbung pangan," katanya.
Dia menjelaskan bahwa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca merupakan tindak lanjut dari permohonan Gubernur Lampung kepada BNPB melalui Surat Nomor 300.2.1/2507/VI.08/2026 tertanggal 24 Juli 2026.
"Operasi Modifikasi Cuaca menjadi langkah pendukung terhadap upaya pemadaman yang saat ini dilakukan, baik melalui pemadaman darat maupun water bombing. Harapannya, dengan ini, hujan dapat membantu membasahi wilayah yang membutuhkan sehingga mendukung proses pemadaman dan mengurangi potensi munculnya titik api baru," ucap dia.
Menurut dia, selain Operasi Modifikasi Cuaca, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan operasi water bombing untuk memadamkan titik api yang terdeteksi. Untuk mendukung pemadaman dari udara, dua helikopter bantuan BNPB telah tiba di Lampung sejak Selasa (25/8). Keduanya terdiri dari helikopter AS350B3e registrasi PK-DAP dan helikopter Sikorsky UH-60A registrasi N360UH.
Kedua armada tersebut disiagakan untuk melakukan water bombing pada titik-titik kebakaran yang terdeteksi, dengan prioritas penanganan di kawasan TNWK. Sedangkan untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca dalam sortie pertama, pesawat diarahkan ke wilayah Lampung Timur dan sebagian Lampung Selatan.
Berdasarkan pemantauan citra satelit BMKG, terdapat sejumlah titik panas dengan tingkat sedang hingga tinggi di kawasan tersebut.
Untuk periode siang hingga sore, BMKG memantau potensi pertumbuhan awan di wilayah Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Tengah, dan Lampung Utara. Penentuan lokasi penyemaian akan terus disesuaikan dengan perkembangan awan dan keberadaan titik panas.
Serta kondisi atmosfer saat ini membuat pertumbuhan awan hujan relatif terbatas, oleh karena itu penyemaian dilakukan dengan memanfaatkan awan yang tumbuh secara alami dan berpotensi menghasilkan hujan.
"Memang dari kondisi sirkulasi saat ini, sangat sulit mencari awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Selagi terdapat potensi awan yang cukup bagus dan daerah tersebut ada titik panas, semaksimal mungkin disemai agar membasahi daerah tersebut," jelasnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD Lampung: OMC selama 26-30 Agustus tangani karhutla dan kekeringan
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.