BPBD Rejang Lebong tingkatkan patroli pencegahan Karhutla - ANTARA News Bengkulu
Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu meningkatkan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna mengantisipasi risiko bahaya selama puncak musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong M. Budianto di Rejang Lebong, Rabu, mengatakan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, sehingga meningkatkan potensi timbulnya karhutla.
"Untuk mengantisipasi terjadinya karhutla di Kabupaten Rejang Lebong, kami terus melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat di 15 kecamatan agar tidak melakukan pembakaran lahan," kata Budianto.
Selain patroli dan sosialisasi pihaknya, kata dia, juga telah menyiagakan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) serta peralatan pendukung seperti mobil tangki dan armada pemadam. BPBD juga memperkuat koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Rejang Lebong, TNI, dan Polri.
BPBD Rejang Lebong pun telah menerbitkan surat imbauan yang didistribusikan kepada para camat di 15 kecamatan untuk diteruskan kepada 156 kepala desa dan lurah di wilayah masing-masing.
Berdasarkan pemetaan BPBD, sejumlah kawasan yang dinilai rawan karhutla meliputi Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kota Padang, Sindang Beliti Ilir, Sindang Beliti Ulu, serta kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang berada di Kecamatan Bermani Ulu dan Bermani Ulu Raya.
"Sejauh ini kasus kebakaran hutan di Kabupaten Rejang Lebong belum ada laporannya, yang ada hanya kasus kebakaran lahan kosong untuk dijadikan kebun. Untuk kebakaran lahan ini sudah terjadi di beberapa lokasi, dan semuanya bisa dipadamkan," tambah dia.
Sementara itu terkait dampak kekeringan, Budianto menyebutkan hingga saat ini belum ada laporan kasus yang tergolong parah. Meski beberapa desa dan kelurahan mulai mengalami penurunan sumber air, pemenuhan kebutuhan air bersih warga masih dapat teratasi melalui pasokan PDAM Tirta Bukit Kaba.
"Guna mengantisipasi dampak kekeringan, BPBD Rejang Lebong menyiagakan satu unit mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih bagi warga yang membutuhkan," ujarnya.
Dalam penyaluran bantuan air bersih tersebut, BPBD berkolaborasi dengan instansi teknis terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan PDAM Tirta Bukit Kaba Rejang Lebong.
Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.