BPBD pasok air bersih untuk tangani kekeringan di Parigi Moutong
BPBD pasok air bersih untuk tangani kekeringan di Parigi Moutong
Sabtu, 8 Agustus 2026 14:40 WIB
Satu unit mobil tangki air (MTA) milik BPBD Sulawesi Tengah membantu menyuplai air bersih yang diambil dari air baku PDAM Sausu untuk didistribusikan kepada warga terdampak kekeringan di Desa Sausu Taliabo, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (7/8/2026). ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong
Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memasok air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sausu untuk keperluan penanganan warga terdampak kekeringan di Desa Sausu Taliabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
"Kurang lebih 100 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan di Dusun V Desa Sausu Taliabo, Kecamatan Sausu. Pengadaan air bersih disuplai sejak Jumat (7/8)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai di hubungi dari Palu, Sabtu.
Ia menjelaskan, saat ini sekitar 5 ribu liter air dipasok untuk pemenuhan air bersih kepada warga di wilayah terdampak kekeringan menggunakan mobil tanki air (MTA) milik BPBD Sulawesi Tengah.
Jumlah pasokan 5 ribu liter air bersih dinilai masih cukup memadai untuk penanganan darurat saat ini, karena suplai itu untuk memenuhi kebutuhan dua hari.
"Sejauh ini belum ada relawan ikut membantu penanganan. Kami mengambil inisiatif untuk memenuhi kebutuhan dua hari pakai air bersih, setelah itu disuplai kembali," ujarnya.
Ia mengemukakan pada situasi darurat BPBD Parigi Moutong juga masih menyediakan dua buah tandon pendampingan air untuk warga terdampak kekeringan di wilayah tersebut.
Tidak menutup kemungkinan bantuan sarana dan prasarana penanggulangan kekeringan bertambah, karena Pemkab Parigi Moutong telah menjadwalkan pertemuan lintas sektor pada Senin, 10 Agustus 2026 dengan pembahasan penanganan langkah konkret dampak bencana tersebut.
"Kami meminta warga terdampak bersabar, pemerintah berkomitmen melakukan langkah-langkah penanggulangan dengan metode terbaik," tutur Rivai.
Hasil kaji cepat BPBD setempat di Kecamatan Sausu, Desa Sausu Taliabo terdampak bencana kekeringan dipicu kurangnya curah hujan dalam jangka waktu lama atau kemarau.
Selain itu, tim di lapangan melaporkan sumur-sumur air bersih milik warga kering, sehingga mereka mengalami kesulitan air bersih.
"Kelangkaan air bersih sudah terjadi sejak Maret 2026. Kondisi itu semakin parah pada bulan Agustus akibat rendahnya curah hujan, menyebabkan sumber-sumber air, khususnya sumur warga mengering," ucapnya.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026