gop-crypto.vip

BPBD Mataram sebut jangan sembarang bakar sampah saat puncak El Nino

Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengimbau warga agar tidak sembarangan membakar sampah saat puncak El Nino sebagai langkah antisipasi dampak potensi kebakaran.

"Jika terpaksa dilakukan, pembakaran sampah wajib didampingi dan diawasi ketat hingga titik api benar-benar padam," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Budi Wartono di Mataram, Senin.

Pihaknya juga melarang warga membuang puntung rokok secara sembarangan yang dapat memicu percikan api di pemukiman padat.

Hal tersebut disampaikan menyikapi beberapa bencana kebakaran yang terjadi dalam satu pekan terakhir, termasuk kasus kebakaran yang terjadi di Kota Mataram, Desa Sade di Lombok Tengah, Perumahan Puncang di Kabupaten Lombok Barat, dan Pondok Pesantren di Anjani, Kabupaten Lombok Timur.

Sesuai laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau atau El Nino diprakirakan terjadi pada Agustus 2026.

"Kondisi cuaca diharapkan mulai membaik seiring munculnya awan hujan pada akhir September hingga Oktober 2026," katanya.

Terkait dengan itu Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram terus menggencarkan imbauan kesiapsiagaan bencana hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai media, termasuk rekaman suara instruksi Wali Kota Mataram di setiap rumah ibadah, pengumuman brosur, hingga pengeras suara dan CCTV di persimpangan jalan se-Kota Mataram.

Baca juga: Sistem mitigasi di destinasi wisata sesuai standar

Pihaknya juga meminta para camat dan lurah untuk lebih aktif turun ke lapangan dalam mengedukasi warga demi mengantisipasi potensi bahaya kebakaran pemukiman selama musim kering.

"Wilayah Kota Mataram didominasi oleh pemukiman padat penduduk dan minim lahan hutan, karena itulah kami minta warga dan aparat berpartisipasi melakukan antisipasi kebakaran selama mulai kemarau," katanya.

Selain itu, lanjut Budi, berdasarkan pengawasan yang dilakukan oleh para camat di wilayah masing-masing, kondisi sumur warga dan saluran irigasi sawah masih terairi dengan baik dan tidak ditemukan adanya lahan pertanian yang mengalami gagal panen atau tidak bisa ditanami akibat kekurangan air.

"Hingga saat ini belum ada laporan krisis air dari masyarakat," katanya.

Dari sektor distribusi air bersih, tambahnya, pasokan dari PDAM juga dilaporkan belum mengalami penurunan debit air yang berdampak pada warga sebab pengelolaan debit dari hulu masih menjadi mekanisme internal PDAM yang berjalan efektif untuk menjaga kelancaran distribusi ke pelanggan.

"Meski demikian, kami tetap melakukan langkah antisipasi dan mengimbau warga tetap waspada terhadap berbagai potensi dampak kekeringan dengan bijak menggunakan air dan waspada potensi bencana kebakaran," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026