BPBD Magetan siapkan puluhan tandon air antisipasi dampak kekeringan - ANTARA News Jawa Timur
Magetan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan menyiapkan puluhan tandon air untuk sarana distribusi jika sewaktu-waktu ada warganya yang kesulitan dan membutuhkan air bersih saat musim kemarau 2026 yang diprediksi BMKG lebih panjang.
"Saat ini disiapkan sekitar 30 tandon air berkapasitas 1.200–2.300 liter. Kami juga menyiapkan truk tangki berkapasitas 5.000 liter," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Magetan Eka Radityo di Magetan, Sabtu.
Menurutnya, tandon air tersebut nantinya akan ditempatkan di desa atau daerah yang rawan air bersih. Karena itu, desa atau kelurahan yang dirasa membutuhkan tandon air dipersilakan untuk mengajukan surat permohonan.
Meskipun hingga saat ini belum ada laporan kekeringan yang terjadi di wilayah Kabupaten Magetan, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat untuk melakukan penghematan terhadap sumber daya air yang tersedia.
"Masyarakat diminta menghemat penggunaan air, utamanya di wilayah rawan kekeringan. Warga juga diedukasi untuk menjaga dan tidak merusak sumber-sumber air, menyiapkan cadangan air bersih sejak dini, serta segera melaporkan kepada pemerintah desa/kelurahan atau BPBD apabila sumber air mulai berkurang atau tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.
"Puncak kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus-September dan dampaknya dapat berlanjut hingga November 2026," kata Eka.
Selain menyiagakan sarana distribusi air bersih, saat ini BPBD Magetan juga melakukan monitoring terhadap sumber air dan wilayah-wilayah yang diperkirakan berpotensi terjadi krisis atau kekeringan.
Sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan yang dinilai rawan terjadi kekeringan hingga kesulitan air bersih di antaranya di Kecamatan Lembeyan, Ngariboyo, dan Parang.
BPBD Magetan juga intensif berkoordinasi dengan Perum Perhutani KPH Lawu Ds guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya. Warga di wilayah tepian hutan diminta segera melapor ke petugas BPBD, Perhutani, TNI, maupun Polri terdekat jika sewaktu-waktu melihat asap atau titik api, sehingga kebakaran hutan dan lahan bisa segera ditangani.
Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.