gop-crypto.vip

BPBD: Dampak kekeringan di Banyumas meluas hingga 62 desa

BPBD: Dampak kekeringan di Banyumas meluas hingga 62 desa

Minggu, 13 September 2026 19:03 WIB

Image Print

Arsip foto - Petugas UPT Damkar Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memadamkan api yang membakar ilalang di lahan kosong tepi Jalan Pancurawis, Kelurahan Purwokerto Kidul, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, Sabtu (5/9/2026) petang. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mencatat dampak kekeringan di wilayah itu meluas hingga 62 desa/kelurahan yang tersebar di 19 kecamatan dengan jumlah warga terdampak mencapai 51.896 jiwa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas Abdul Ladjis di Purwokerto, Banyumas, Minggu, mengatakan berdasarkan pembaruan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) per 13 September 2026, kekeringan tersebut berdampak terhadap 15.235 keluarga.

"Penanganan kekeringan terus kami lakukan, salah satunya melalui pendistribusian air bersih ke wilayah yang terdampak," katanya.

Hingga saat ini, kata dia, BPBD Banyumas telah melakukan 731 ritase pengiriman air bersih dengan total volume mencapai 3.711.000 liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Selain berdampak terhadap permukiman warga, kekeringan juga tercatat memengaruhi 13 lokasi fasilitas umum yang membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan air bersih.

Kondisi tersebut berlangsung seiring Banyumas masuk kategori status Awas kekeringan meteorologis periode 11-20 September 2026 atau Dasarian II September berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Penanganan kekeringan akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi di masing-masing wilayah terdampak,” katanya

Selain kekeringan, kata dia, BPBD Banyumas juga mencatat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total luas area terdampak mencapai 32,5 hektare hingga 13 September 2026.

Karhutla tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Purwojati, Jatilawang, Ajibarang, Wangon, Patikraja, Kalibagor, Cilongok, Sokaraja, Kembaran, Baturraden, Rawalo, serta sejumlah wilayah perkotaan Purwokerto.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, termasuk menghemat penggunaan air dan tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran.

“Masyarakat juga diminta segera melaporkan kejadian bencana maupun kondisi yang membutuhkan penanganan kepada Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Banyumas melalui layanan 0815-4880-8886,” kata Abdul.

Berdasarkan data peringatan dini kekeringan meteorologis periode 11-20 September 2026 yang dirilis BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, wilayah Banyumas masuk dalam kategori Status Awas pada Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Dasarian II September 2026.

Pada periode tersebut, BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah mencatat 31 kabupaten/kota di Jawa Tengah berstatus Awas kekeringan meteorologis, meliputi Kota Tegal, Kota Magelang, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Cilacap, Brebes, Tegal, Banyumas, Purbalingga, dan Pemalang.

Selain itu wilayah Pekalongan, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Batang, Kendal, Purworejo, Klaten, Boyolali, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Grobogan, Rembang, Blora, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, dan Wonogiri.

Sementara itu, wilayah yang masuk Status Siaga meliputi Kota Pekalongan, Kota Salatiga, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Semarang. BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah tidak mencatat adanya kabupaten/kota yang masuk dalam Status Waspada pada periode tersebut.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.