BPBD Barito Selatan: Asap dari perbatasan meluas hingga ganggu kualitas udara
BPBD Barito Selatan: Asap dari perbatasan meluas hingga ganggu kualitas udara
Rabu, 2 September 2026 06:28 WIB
Kepala BPBD Barito Selatan Agus In'Yulius. ANTARA/Bayu Ilmiawan
Meskipun di Barito Selatan apinya sudah padam, akan tetapi di kabupaten tetangga apinya masih menyala sehingga asapnya menyebar ke wilayah Barito Selatan
Buntok (ANTARA) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan, Kalimantan Tengah Agus In'yulius mengatakan kabut asap pekat yang menyelimuti kabupaten setempat sepekan terakhir disinyalir kuat dipicu asap kiriman hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari kabupaten tetangga.
"Meskipun penanganan titik api di Barito Selatan cukup terkendali, paparan asap dari area perbatasan tetap meluas hingga mengganggu kualitas udara di daerah ini," katanya di Buntok, Selasa.
Dia menjelaskan penanganan karhutla di Barito Selatan cukup terkendali.
"Meskipun di Barito Selatan apinya sudah padam, akan tetapi di kabupaten tetangga apinya masih menyala sehingga asapnya menyebar ke wilayah Barito Selatan," terangnya.
Agus mencontohkan saat tim di lapangan menangani karhutla di batas wilayah antara Barito Selatan dan Kapuas. Saat pasukan pemadam telah menuntaskan pemadaman dan pendinginan lahan di wilayah administrasi Barito Selatan, namun, kobaran api di wilayah yang masuk Kabupaten Kapuas masih bergejolak dan meluas.
"Kendala kewenangan wilayah menghalangi personel untuk menyeberang, sementara pergerakan kabut asap terus menerobos ke area Barito Selatan," terangnya.
Baca juga: Pemkab Barito Selatan gelar shalat istisqa dan doa bersama
Kemudian Agus juga menyampaikan untuk jumlah hotspot periode Januari hingga Agustus 2026 tercatat sebanyak 2.037 titik.
"Jumlah hotspot tersebut tersebar di enam kecamatan," ujarnya.
Ia menjelaskan, hotspot di Kecamatan Dusun Selatan tercatat sebanyak 478, Dusun Utara 121 titik, di Kecamatan Gunung Bintang Awai sebanyak 108 titik.
"Untuk di Kecamatan Jenamas tercatat sebanyak 357, Karau Kuala 96 dan di Kecamatan Dusun Hilir sebanyak 877 titik," ucapnya.
Dari total jumlah hotspot dari Januari hingga Agustus 2026 itu, hotspot pada Agustus yang terbesar yakni tercatat sebanyak 1.938.
"Puncak kejadian terjadi pada Agustus dengan 75 kejadian atau 66,37 persen dari total 113 kejadian," jelasnya.
Adapun luasan lahan yang terbakar terbesar terjadi pada Agustus seluas 452,41 dari total 514,86 lahan yang terbakar dari periode Januari hingga Agustus 2026.
Untuk kecamatan kejadian terbanyak yakni di Kecamatan Dusun Selatan sebanyak 63 kejadian dengan luas lahan yang terbakar sebanyak 245,08 hektar.
Karhutla yang terjadi di Kecamatan Dusun Utara sebanyak 7 kejadian dengan luas lahan yang terbakar sebanyak 36,00 hektar, dan karhutla di Kecamatan Karau Kuala tercatat sebanyak 18 kejadian dengan luas lahan yang terbakar sebanyak 50,86 hektar.
Karhutla di Kecamatan Gunung Bintang Awai terjadi sebanyak dua kejadian dan luas lahan yang terbakar sebanyak 7,50 hektar dan di Kecamatan Dusun Hilir sebanyak sembilan kejadian dan luas lahan yang terbakar sebanyak 147,92 hektar.
"Di Kecamatan Jenamas tercatat sebanyak 14 kejadian karhutla dan lahan yang terbakar seluas 27,50 hektar," tambah dia.
Untuk kejadian kebakaran terluas terjadi di Desa Batampang, Kecamatan Dusun Hilir dan lahan yang terbakar yang terjadi pada 23 Agustus 2026 lalu seluas 100 hektare.
Baca juga: DPRD Barsel fokus rampungkan pembahasan APBD Perubahan 2026
Baca juga: Status tanggap darurat karhutla di Barito Selatan berpotensi diperpanjang
Baca juga: Hotspot di Barsel selama Januari-Agustus 2026 mencapai 2.037 titik
Pewarta : Bayu Ilmiawan
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.