gop-crypto.vip

BPBD Bangka Tengah catat karhutla capai 201 kejadian - ANTARA News Bangka Belitung

Koba, Babel (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah mencapai 201 kejadian yang berdampak pada 354,8 hektare lahan hingga 26 September 2026.

"Kondisi sekarang karhutla memang sudah melandai, namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan terutama untuk titik kebakaran di lahan bergambut," kata Kepala BPBD Bangka Tengah Yudhi Sabara di Koba, Sabtu.

Ia menjelaskan, kejadian karhutla itu tersebar pada seluruh atau enam kecamatan di Bangka Tengah dan kejadian terbanyak ditemukan di Kecamatan Koba dan Pangkalanbaru.

"Kita terus melakukan pemantauan dan mitigasi, terutama pada beberapa titik rawan yang setiap tahun selalu muncul titik api saat musim kemarau," ujarnya.

BPBD Bangka Tengah juga terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan mengoptimalisasikan fungsi satgas karhutla di setiap kecamatan.

Pihaknya mengakui mengalami kesulitan memadamkan api di beberapa lahan bergambut karena endapan daun kering dan kayu sangat tebal, sehingga sangat mudah terbakar dan menjalar.

"Untuk lahan bergambut memang menjadi tantangan tersendiri, sulit memadamkan api kendati sudah dilakukan beberapa kali penyiraman," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi supaya tidak terjadi kebakaran dalam skala besar, kata dia, harus dilakukan lokalisir dengan menggali parit di beberapa titik.

Pemerintah daerah setempat juga terkendala dengan minimnya mobil pemadam kebakaran yang bisa difungsikan di setiap kecamatan.

Saat ini BPBD Bangka Tengah hanya memiliki satu unit mobil Damkar yang dalam kondisi siap beroperasi, selebihnya atau empat mobil lainnya dalam keadaan rusak atau tidak layak jalan.

"Namun demikian, kondisi tersebut tidak menjadi kendala dalam memadam api karena beberapa pihak turut membantu seperti TNI dan Polri serta pemerintah provinsi," demikian Yudhi Sabara.

Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.