gop-crypto.vip

BPBD Bandarlampung siagakan posko 24 Jam guna hadapi kekeringan

BPBD Bandarlampung siagakan posko 24 Jam guna hadapi kekeringan

Jumat, 21 Agustus 2026 15:25 WIB

Image Print

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung Idham Basyar dimintai keterangan, di Bandarlampung. Jumat (21/8/2026). ANTARA/Dian Hadiyatna

Kami membuka posko 24 jam di kantor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang membutuhkan

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung menyiagakan posko selama 24 jam untuk mengantisipasi sekaligus menangani dampak kekeringan akibat fenomena El Nino yang melanda sejumlah wilayah di kota setempat.

"Kami membuka posko 24 jam di kantor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang membutuhkan," kata Kepala Pelaksanaan BPBD Kota Bandarlampung Idham Basyar di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan pihaknya mengerahkan armada untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di wilayah yang mengalami krisis air. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya kebutuhan air bersih selama musim kering.

"Setiap harinya kami mengerahkan sekitar 12 hingga 15 mobil tangki air bersih untuk disalurkan ke lima kecamatan yang terdampak," ujarnya.

Ia menyebutkan lima kecamatan yang menjadi prioritas pendistribusian air bersih tersebut, yakni Kecamatan Panjang, Sukabumi, Tanjung Karang Pusat, Rajabasa, dan Teluk Betung Timur.

"Kami pastikan pelayanan dan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih menghadapi krisis air akibat kekeringan," kata dia.

Menurut Idham, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dampak fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026.

"Karena itu, BPBD terus melakukan langkah antisipasi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama periode tersebut," kata dia.

Ia mengatakan BPBD Kota Bandarlampung juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mencari titik-titik potensial yang dapat digunakan sebagai lokasi pembangunan sumur bor baru.

"Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak," ujarnya.

Ia meminta masyarakat tetap tenang dalam menghadapi kekeringan ini dan dapat memanfaatkan bantuan air bersih yang disalurkan pemerintah secara bijak sesuai kebutuhan.

"Masyarakat diharapkan menghemat penggunaan air dan segera berkoordinasi dengan petugas apabila membutuhkan bantuan pasokan air bersih," kata dia.

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.