gop-crypto.vip

Bos Pertamina & BP Indonesia Tiba-Tiba Bertemu, Bahas Apa?

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) menerima kunjungan Regional Director BP Cathy Wu untuk menjajaki potensi kerja sama dan bertukar pandangan mengenai masa depan industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Pertemuan tersebut juga membahas tantangan operasional hulu migas di tengah kondisi lapangan yang makin tua (mature).

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza membeberkan bahwa dinamika industri hulu migas saat ini menuntut adopsi teknologi maju serta penerapan strategi eksplorasi yang lebih adaptif.

"Kami menerima kunjungan Ibu Cathy Wu, Regional Director BP, untuk bertukar pandangan mengenai masa depan industri hulu migas dan peluang memperkuat kerja sama. Industri hulu migas menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Lapangan-lapangan migas semakin mature, eksplorasi semakin menantang, dan teknologi yang dibutuhkan semakin maju," tulisnya dalam unggahan Instagram @okimuraza, Jumat (9/10/2026).

Oki menegaskan bahwa keberhasilan pertumbuhan sektor energi nasional tidak dapat dicapai secara terisolasi. Menurutnya, perlu sinergi yang memadukan kapabilitas teknologi dan pengalaman perusahaan energi global dengan kekuatan sumber daya domestik.

"Karena itu, saya percaya bahwa pertumbuhan industri energi tidak bisa dibangun sendirian. Kita membutuhkan kolaborasi yang mempertemukan pengalaman global, keunggulan teknologi, kekuatan sumber daya lokal, serta keberanian untuk berinvestasi. Bagi Pertamina, kemitraan dengan perusahaan energi global seperti BP merupakan kesempatan untuk saling belajar, mempercepat inovasi, meningkatkan produktivitas lapangan migas, dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi Indonesia," paparnya.

Dengan begitu, perusahaan mendorong kolaborasi lintas batas yang berfokus pada pengembangan inovasi serta alih teknologi guna menjaga keberlanjutan pasokan energi dalam negeri.

"Di industri hulu migas, kita boleh bersaing dalam kinerja, tetapi kita juga harus mampu berkolaborasi dalam teknologi, inovasi, dan pengembangan sumber daya. Karena ketahanan energi Indonesia terlalu penting untuk dikerjakan sendirian," tandasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]