Bocoran GTA 6 Belum Berhenti, Take-Two Mulai Buru CyberLeek - Gizmologi.id
Serangkaian video yang diklaim berasal dari Grand Theft Auto VI (GTA 6) semakin marak beredar, khususnya di platform media sosial (medsos) seperti X (dulunya bernama Twitter).
Video tersebut disebarkan oleh leaker bernama CyberLeek, persona yang mengaitkan aksinya dengan tuntutan agar Take-Two merilis GTA 6 dalam format fisik.
Rencananya, perusahaan induk Rockstar Games itu akan merilis penerus GTA V pada 19 November 2026. Kini, Take-Two tidak lagi hanya berusaha menghentikan video gameplay tersebar.
Akan tetapi, perusahaan game asal Amerika Serikat tersebut mulai serius mencari sosok sebenarnya CyberLeek. Terbukti, Take-Two mengajukan permintaan subpoena kepada pengadilan federal di Southern Disctrict of New York pada 20 Agustus 2026.
Perusahaan mengajukan dua permintaan kepada Microsoft dan Discord, dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang dapat membantu mengidentifikasi pihak diduga menyebarkan bocoran GTA 6 tersebut, sebagaimana dikutip dari Variety, Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Team Spirit Juara TI 2026, Cetak Rekor usai Tundukkan Team Vision
Variety melaporkan CyberLeek menyebut dirinya sebagai kelompok hacker dan mengklaim memiliki akses ke build GTA 6 yang bisa dimainkan. Namun, hingga kini Rockstar sendiri belum mengonfirmasi secara publik keaslian footage game barunya yang beredar di internet tersebut.
Take-Two Mencari Jejak CyberLeek
Permintaan Take-Two ke Microsoft ini juga memberi gambaran tentang seberapa jauh perusahaan mencoba menelusuri identitas di balik CyberLeek.
Dari dokumen yang dilaporkan sejumlah media, perusahaan induk Rockstar itu meminta catatan dari investigasi internal Microsoft terkait dengan persona CyberLeek, dan dipakai untuk mengidentifikasi identitas hacker tersebut.
Dijelaskan, permintaan tersebut mencakup sejumlah informasi digital, termasuk ID akun, alamat email saat registrasi, alamat IP, nomor telepon, akun lain yang terhubung, hingga identifikasi perangkat.
Discord Juga Dimintai Data
Tak hanya pembuat Windows, Take-Two juga mengajukan permintaan terpisah kepada Discord. Dalam dokumen tersebut, perusahaan mencari informasi untuk mengidentifikasi akun-akun berkomunikasi lewat sejumlah server Discord yang dikaitkan dengan penyebaran bocoran GTA 6.
Discord mengatakan kepada Variety bahwa perusahaan memang terkadang menerima subpoena terkait Digital Millennium Copyright Act (DMCA), kemudian meninjau dan mematuhi subpoena valid sebagaimana lazim dilakukan perusahaan sejenis.
Microsoft dan Discord diberi tenggat hingga 4 September 2026 untuk memberikan informasi yang diminta.
Penyebab GTA 6 Dikabarkan Dilarang di Sejumlah Negara
Setelah pre-order dibuka Grand Theft Auto VI (GTA 6), perhatian publik tidak hanya tertuju pada harga maupun fitur baru yang ditawarkan Rockstar Games. Informasi terbaru menunjukkan bahwa game yang sangat dinantikan tersebut kemungkinan tidak akan tersedia secara resmi di sejumlah negara saat peluncurannya.
Indikasi tersebut muncul dari halaman produk GTA 6 di PlayStation Store. Pada bagian FAQ terkait layanan GTA+, Sony mencantumkan daftar wilayah yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bonus langganan tersebut. Daftar tersebut mencakup Bahrain, China, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Rusia, dan Taiwan.
Kehadiran daftar tersebut memicu spekulasi bahwa GTA 6 akan menghadapi pembatasan distribusi di negara-negara tersebut.Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari Rockstar Games maupun Sony yang secara eksplisit menyebut bahwa GTA 6 dilarang beredar di wilayah tersebut. Kemungkinan terbesar adalah distribusi fisik game akan dibatasi atau tidak tersedia secara resmi, sementara akses melalui metode lain masih dimungkinkan.
Konten GTA Kerap Jadi Sorotan Regulator
Seri Grand Theft Auto memang bukan nama baru dalam daftar game yang menghadapi pembatasan di berbagai negara. Sejak generasi awal, franchise ini dikenal menghadirkan tema kriminalitas, kekerasan, penggunaan senjata, konsumsi alkohol, hingga konten dewasa yang sering kali bertentangan dengan regulasi di sejumlah wilayah.
Hingga saat ini belum diketahui alasan spesifik di balik potensi larangan GTA 6. Namun, banyak analis memperkirakan bahwa unsur-unsur yang selama ini identik dengan GTA masih menjadi faktor utama. Beberapa negara di Timur Tengah, misalnya, memiliki aturan yang cukup ketat terkait penggambaran kekerasan dan konten seksual dalam media hiburan.
Selain itu, kebijakan rating usia yang sangat ketat di wilayah tersebut juga dapat menjadi batu sandungan bagi perilisan game ini.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.