gop-crypto.vip

Bobby Nasution soroti harga beras, Pemprov Sumut gelar pangan murah - ANTARA News Sumatera Utara

Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah pasar tradisional.

"Langkah ini sebagai upaya mengendalikan harga pangan, khususnya beras, dan bahan pokok lainnya," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Fariz Haholongan Hutagalung melalui Sekretaris Dinas Yusfahri Perangin-angin saat menggelar GPM di Pasar Sukaramai Medan, Kamis (6/8).

Di Pasar Sukaramai Medan ini, lanjut dia, operasi Gerakan Pangan Murah, seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, dan gula pasir dijual dengan harga lebih murah.

Selain Pasar Sukaramai Medan, pihaknya juga akan melakukan operasi Gerakan Pangan Murah di beberapa tempat.

"Hari ini kita melaksanakan Gerakan Pangan Murah, tujuannya menyediakan pasokan bahan pangan, dan juga menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen, seperti beras, minyak goreng dan cabai," katanya.

Kemudian, paling penting adalah dalam rangka mengendalikan inflasi, ujar Yusfahri yang akrab disapa Fahri ini.

Pihaknya mengatakan, Gerakan Pangam Murah ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi lintas sektoral diikuti Bank Indonesia, Badan Pusat Staristik, Bulog, BUMD, dan pihak terkait lainnya.

Kemudian, berdasarkan arahan Gubernur Sumut Bobby Nasution melakukan langkah pengendalian harga pangan di daerah.

"Kita akan laksanakan Gerakan Pangan Murah ini secara berkelanjutan. Jadi setiap Senin kita buka di Pasar Sukaramai, dan setiap Selasa kita buka di Pasar Sei Sikambing Medan," tutur Fahri.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Bobby Nasution telah menyoroti kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, khususnya beras yang naik perlahan. 

Karenanya, ia meminta seluruh pihak terkait lainnya segera berkolaborasi untuk mengendalikan harga komoditas pangan, terutama yang mempengaruhi inflasi.

"Hari ini banyak yang mengeluhkan tentang harga pangan, yang terus beranjak naik. Contoh beras, kenaikannya mungkin pelan. Tetapi sampai hari ini, mungkin sudah sampai ke titik ketidaksanggupan masyarakat," ujar Bobby beberapa waktu lalu.

Gubernur menyebut, kenaikan harga komoditas beras secara perlahan ini mungkin tidak begitu terasa bagi sejumlah kalangan.

"Namun saya meyakini, kenaikan sebesar Rp2.000 per kilogram itu sangat terasa bagi masyarakat kecil," jelas Bobby.

Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.