gop-crypto.vip

BNPB sebut Kalteng-Kalbar normal, Politisi PDIP: Lihat dampak ke masyarakat

BNPB sebut Kalteng-Kalbar normal, Politisi PDIP: Lihat dampak ke masyarakat

Sabtu, 26 September 2026 18:34 WIB

Image Print

Politisi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Sigit Karyawan Yunianto. ANTARA/Ronny NT

Palangka Raya (ANTARA) - Politisi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Sigit Karyawan Yunianto menyoroti pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto yang viral menyebut kehidupan masyarakat di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar) berjalan normal di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kita perlu melihat kondisi masyarakat secara menyeluruh. Ketika kualitas udara menurun dan kabut asap mengganggu aktivitas, tentu ada dampak yang dirasakan masyarakat," kata Sigit saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Sabtu.

Menurut dia, kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kondisi kebakaran, tetapi juga berpengaruh terhadap berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, transportasi udara, dan kegiatan ekonomi.

Ia menilai penanganan karhutla harus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Sigit juga meminta pemerintah memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla, khususnya di wilayah yang berulang kali terdampak asap.

"Jangan sampai karena sebagian aktivitas masih berjalan, kemudian kondisi di lapangan dianggap sepenuhnya normal. Kita harus melihat fakta dan keluhan masyarakat di daerah," kata mantan Ketua DPRD Kota Palangka Raya tiga periode itu.

Selanjutnya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karthutla) karena dalam rapat terbatas pada Rabu (23/9) dirinya menyampaikan “roda kehidupan masyarakat berjalan normal" di tengah penanganan karhutla dan kabut asap di Kalimantan.

“Saya memahami penggunaan kata 'normal' dapat menimbulkan persepsi seolah-olah kondisi masyarakat tidak terdampak. Untuk itu saya perlu meluruskan bahwa kondisi karhutla masih memerlukan penanganan serius dan pemerintah tidak menganggap persoalan ini telah selesai,” katanya dalam akun Intagram resmi Suharyanto @suharyanto_shr di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, pernyataan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan bahwa kondisi lingkungan telah normal dan mengabaikan kondisi faktual terkait kesulitan dan penderitaan masyarakat terdampak.

“Dan bukan juga dimaksudkan untuk mereduksi fakta menurunnya kualitas hidup masyarakat terdampak karhutla dan kabut asap,” katanya.

Suharyanto memastikan BNPB bersama kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan seluruh unsur terkait, terus bekerja keras melakukan pemadaman, penanganan dampak kesehatan, serta perlindungan masyarakat atas ancaman karhutla.

Pihaknya juga terus memperbaiki dan mengintegrasikan data dari seluruh unsur di lapangan agar informasi yang disampaikan kepada Presiden Prabowo dan masyarakat menggambarkan kondisi secara utuh dan akurat.

Pewarta : Ronny NT/Adi Wibowo
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.