BMKG Ungkap Banjir Bandang di Solok Dipicu Hujan Deras yang Tak Berhenti
Selasa, 22 September 2026 - 12:18 WIB
Solok, VIVA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin, 21 September 2026 malam dipicu curah hujan lebat dengan intensitas mencapai 94 milimeter per hari.
Baca Juga
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramadhani mengatakan hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus memicu luapan air dan banjir bandang hingga mengakibatkan tak sedikit yang terdampak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Hujan yang terjadi di sekitar Solok tergolong lebat berdasarkan catatan BMKG, yakni sebesar 94 mm per hari, sehingga memicu kejadian banjir bandang pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB," kata dia dalam konferensi pers, Selasa, 22 September 2026.
Baca Juga
Andri menegaskan BMKG telah memancarkan peringatan dini secara bertahap mulai dari skala tujuh hari, tiga hari, hingga peringatan cuaca ekstrem jangka pendek sebelum bencana tersebut terjadi.
Meskipun secara umum sebagian besar wilayah Indonesia tengah mengalami musim kemarau, dinamika cuaca harian di wilayah non-ZOM atau area dengan pola iklim lokal seperti Sumatera Barat tetap menyimpan potensi pembentukan cuaca ekstrem.
Baca Juga
Selain Sumatera, BMKG meminta masyarakat di sebagian wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat selama sepekan ke depan.
Kewaspadaan ekstra khususnya diserukan bagi wilayah Sumatera bagian utara dan barat, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat yang berada dalam fase transisi cuaca, dengan memantau pembaruan informasi peringatan dini secara real-time melalui kanal resmi BMKG.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Pantauan kami, tentunya dalam pekan ke depan ada beberapa wilayah yang perlu diwaspadai, terutama di sebagian Sumatera, kali ini di wilayah eh Sumatera Barat, tentunya juga di wilayah sebagian Kalimantan, dan juga tentu di wilayah Sulawesi dan Papua. Jadi memang eh perlu diwaspadai tetap bahwa kondisi saat ini, satu adalah transisi dari kemarau ke kering karena masih terjadi kemarau di beberapa wilayah, khususnya di bagian utara khatulistiwa," kata dia menegaskan.
BPBD Kabupaten Solok sebelumnya melaporkan empat warga mengalami luka-luka akibat banjir bandang yang menerjang sejumlah kawasan di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin, 21 September 2026 malam. Tiga korban luka menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban lainnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Padang.
Halaman Selanjutnya
Tak hanya itu, sembilan kepala keluarga atau sebanyak 32 jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir bandang tersebut, 11 kantor pemerintah terdampak banjir bandang. BPBD juga mencatat 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan akibat bencana.