gop-crypto.vip

BMKG: Awas kekeringan meteorologis di DIY pada Dasarian II Oktober

BMKG: Awas kekeringan meteorologis di DIY pada Dasarian II Oktober

Minggu, 11 Oktober 2026 16:22 WIB

Image Print

Peta terkini wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/HO-Staklim BMKG Yogyakarta

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Yogyakarta menyatakan seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berada dalam status awas peringatan dini kekeringan meteorologis.

"Peringatan dini kekeringan meteorologis DIY pada Dasarian II Oktober 2026 berada dalam status Awas di seluruh wilayah DIY," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Yogyakarta Mamenun dalam keterangan di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, kondisi tersebut berdasarkan pengamatan gejala fisis dan data dinamika atmosfer-laut terkini menunjukkan angin di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator bertiup dari timur mengindikasikan Monsun Australia aktif.

Kemudian Indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) dalam fase sangat kuat, sehingga fenomena El Nino berpeluang terjadi hingga awal 2027, Dipole Mode Indeks (DMI) berada dalam fase positif dan berpeluang terjadi sampai awal 2027, Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi tidak aktif di wilayah Indonesia.

"Analisis anomali suhu muka air laut di perairan selatan DIY antara -0.5 sampai dengan +0.5 derajat Celsius atau kategori netral, dengan suhu berkisar antara 26 sampai 30 derajat Celsius," katanya.

Atas kondisi cuaca tersebut, BMKG mengimbau kepada pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan kekeringan meteorologis.

"Tetap waspada terhadap kekeringan, kebakaran hutan atas lahan, dan kondisi kualitas udara yang buruk akibat mundurnya awal musim hujan," katanya.

Meski demikian BMKG mengimbau seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan pada masa peralihan atau akhir musim kemarau yang ditandai dengan cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, petir, angin kencang, puting beliung, dan hujan es.

"Lakukan langkah mitigasi antara lain membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang berisiko tumbang, serta memastikan struktur bangunan dan baliho dalam kondisi kuat guna mengurangi potensi dampak cuaca ekstrem selama masa peralihan musim," katanya.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026