Blue Fire Gunung Papandayan Hilang, Badan Geologi Minta Masyarakat Waspada Potensi Gas Beracun dan Letusan
Senin, 28 September 2026 - 00:05 WIB
Bandung, VIVA – Fenomena blue fire yang sempat muncul di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, memang sudah tidak terlihat. Namun, Badan Geologi meminta masyarakat tidak lengah.
Baca Juga
Ada sejumlah potensi bahaya yang perlu diwaspadai, mulai dari paparan gas vulkanik beracun hingga kemungkinan letusan secara tiba-tiba. Berdasarkan pemantauan hingga Sabtu, 26 September 2026, sinar api yang sebelumnya terlihat di Kawah Manuk sudah tidak terpantau lagi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap melakukan pemantauan intensif selama 24 jam terhadap aktivitas Gunung Papandayan.
Baca Juga
Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan, kemunculan blue fire dipicu pelepasan panas vulkanik dengan suhu sangat tinggi hingga mampu membakar material yang terdapat di permukaan.
Fenomena tersebut sekaligus membawa potensi bahaya bagi masyarakat apabila berada terlalu dekat dengan kawasan kawah.
Baca Juga
"Potensi bahaya yang dapat terjadi dengan kemunculan sinar api/blue-fire ini adalah semburan dan paparan gas vulkanik beracun/diatas ambang batas," katanya, dikutip, Senin, 28 September 2026.
Badan Geologi pun mengeluarkan sejumlah rekomendasi setelah munculnya fenomena tersebut. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas maupun menginap di kawasan bukaan kawah aktif yang berada di kompleks Gunung Papandayan.
Pembatasan tersebut berlaku pada Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, serta Kawah Manuk/Balagadama dalam radius 500 meter. Masyarakat juga diminta menghindari kawasan tersebut ketika kondisi cuaca mendung maupun hujan.
Bukan hanya itu, konsentrasi gas beracun di kawasan Gunung Papandayan disebut dapat meningkat secara tiba-tiba.
Potensi lain yang menjadi perhatian adalah kemungkinan terjadinya letusan tanpa didahului tanda-tanda vulkanik yang jelas. Masyarakat juga harus mewaspadai longsoran pada dinding kawah.
"Mewaspadai terjadinya letusan yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas. Dan mewaspadai potensi longsor di dinding kawah kompleks Gunung Papandayan," kata dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski sinar api di Kawah Manuk sudah tidak terlihat hingga pemantauan terakhir, pengawasan terhadap aktivitas vulkanik Gunung Papandayan belum dihentikan.
PVMBG akan terus melakukan pemantauan selama 24 jam untuk melihat kemungkinan perubahan aktivitas gunung tersebut.
Halaman Selanjutnya
"Tingkat aktivitas Gunung Papandayan akan dievaluasi secara berkala," kata dia.