Biaya Kuliah Gratis 2,8 Juta Mahasiswa PTN Tak Sampe Setengah Tahun MBG
Rabu, 23 September 2026, 11:20 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satrawan, menilai untuk menggratiskan biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia hanya dibutuhkan anggaran yang setara dengan kurang dari setengah tahun pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikannya menanggapi pernyataan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang menyebut dibutuhkan anggaran sebesar Rp93,7 triliun untuk menggratiskan biaya pendidikan di seluruh PTN.
"Itu gak sampe setengah tahun MBG," tulsnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (23/9).
Sebagai gambaran, apabila estimasi dana pelaksanaan MBG mencapai Rp1,2 triliun per hari, maka untuk menggratiskan biaya pendidikan di seluruh PTN dibutuhkan anggaran yang setara dengan sekitar 78 hari pelaksanaan program tersebut.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa pemerintah membutuhkan anggaran sebesar Rp93,7 triliun untuk menggratiskan biaya pendidikan di seluruh PTN.
Hal tersebut disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada Senin (21/9/2026).
"Terkait dengan kebutuhan anggaran untuk menggratiskan seluruh PTN, kami sudah menghitung itu nilainya Rp 93.742.969.840.000," kata Brian.
Jumlah tersebut dihitung secara spesifik untuk membiayai total 2.833.169 mahasiswa yang saat ini aktif terdaftar di seluruh PTN di Indonesia.
Baca Juga: BGN Diminta Eling, Jangan Salahkan Guru Apalagi Robot Soal Kasus Keracunan MBG
Program kuliah gratis tersebut direncanakan mencakup seluruh jenjang pendidikan tinggi negeri, baik jalur akademik maupun vokasi, mulai dari Diploma 3 (D3), Diploma 4 (D4), hingga Strata 1 (S1).
Penghitungan kebutuhan anggaran ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen mendorong pendidikan gratis, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri, agar semakin mudah diakses masyarakat luas.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya