gop-crypto.vip

BI Rate 5,75 persen peluang dongkrak kredit usaha pariwisata - ANTARA News Bali

Denpasar (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memproyeksi suku bunga acuan (BI rate) yang tetap berada di level 5,75 persen pada Agustus 2026 berpeluang mendongkrak penyaluran kredit khususnya sektor pariwisata di Pulau Dewata, kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwan.

“Sehingga ini menopang kegiatan usaha dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya di Denpasar, Bali, Jumat.

Menurut dia, keputusan mempertahankan tingkat suku bunga acuan itu sejalan dengan upaya bank sentral menjaga stabilitas dan mendorong geliat ekonomi tanah air.

Adapun kenaikan suku bunga acuan terakhir dilakukan pada Juni 2026 sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada Agustus 2026 guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.

Selain itu, menjaga pencapaian sasaran inflasi sebesar 2,5 plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tak hanya dari suku bunga acuan, lanjut dia, kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) juga berpeluang mendorong pembiayaan kepada sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.

Sebelumnya, untuk mendorong kredit perbankan ke UMKM dan sektor prioritas, BI menaikkan besaran insentif KLM menjadi 6 persen yang berlaku efektif pada September 2026.

Hingga minggu pertama Agustus 2026, total insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp446,5 triliun.

Sementara itu, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, ada tiga sektor lapangan usaha yang paling besar menyerap kredit dari perbankan yaitu perdagangan, akomodasi dan makan minum (pariwisata) serta pertanian yang mayoritas kredit produktif.

Sedangkan, jenis penggunaan kredit itu yang paling besar untuk investasi yaitu mencapai Rp44,15 triliun atau 35,85 persen, kemudian kredit konsumsi mencapai Rp40,51 triliun atau 32,89 persen.

Selain itu, kredit modal kerja mencapai 38,49 triliun atau sekitar 31,25 persen dari kredit yang dikucurkan perbankan.

Adapun pertumbuhan ekonomi di Bali mencapai 5,78 persen pada triwulan kedua 2026.

Pewarta: Redaksi
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.