gop-crypto.vip

BI Proyeksi Penjualan Ritel Agustus 2026 Tumbuh 0,5 Persen

AKURAT.CO Penjualan eceran diprakirakan masih tumbuh pada Agustus 2026. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya menunjukkan penguatan konsumsi masyarakat karena secara bulanan penjualan ritel diproyeksikan kembali mengalami kontraksi.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 berada di level 224,5 atau tumbuh 0,5% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut menunjukkan penjualan eceran masih berada di zona pertumbuhan, meski lajunya relatif terbatas.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, pertumbuhan penjualan eceran pada Agustus terutama ditopang oleh kelompok suku cadang dan aksesori, serta makanan, minuman, dan tembakau.

"Pertumbuhan penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh penjualan kelompok suku cadang dan aksesori, diikuti oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau," kata Ramdan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Bank Indonesia Salurkan 32,5 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran BI, kelompok suku cadang dan aksesori mencatat indeks 150,0 dengan pertumbuhan 10,1% yoy. Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat indeks 317,6 atau tumbuh 0,7% yoy.

Kinerja tersebut menjadi penopang pertumbuhan penjualan ritel secara keseluruhan. Namun, tidak seluruh kelompok barang menunjukkan ekspansi.

BI mencatat penjualan kelompok peralatan informasi dan komunikasi masih terkontraksi 1,7% yoy dengan indeks 70,1. Kelompok barang budaya dan rekreasi juga masih mengalami kontraksi sebesar 1,2% yoy dengan indeks 61,5.

Kondisi tersebut menunjukkan pertumbuhan penjualan eceran pada Agustus belum terjadi secara merata di seluruh kelompok barang.

Penjualan Bulanan Masih Tertekan

Jika dilihat secara bulanan, penjualan eceran Agustus 2026 justru diprakirakan mengalami kontraksi 0,1% dibandingkan Juli 2026.

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh kelompok barang lainnya yang penjualannya turun 4,7% secara bulanan.

Di tengah tekanan tersebut, sejumlah kelompok masih mencatat pertumbuhan. Penjualan peralatan informasi dan komunikasi tumbuh 2,5% mtm, diikuti bahan bakar kendaraan bermotor sebesar 2,3% dan suku cadang serta aksesori sebesar 0,8%.