gop-crypto.vip

BI perluas program MDR QRIS di Bengkulu mulai 1 Oktober 2026 - ANTARA News Bengkulu

Bengkulu (ANTARA) - Bank Indonesia memperluas program Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen mulai 1 Oktober 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem pembayaran digital daerah.

"Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi biaya transaksi yang ditanggung pelaku usaha, meningkatkan penerimaan pembayaran digital, serta memperluas manfaat QRIS bagi masyarakat," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana di Bengkulu, Jumat.

Perluasan kebijakan MDR QRIS 0 persen berlaku bagi seluruh kategori merchant untuk transaksi sampai dengan Rp100.000.

Khusus merchant kategori usaha mikro, MDR QRIS 0 persen tetap berlaku untuk transaksi sampai dengan Rp500.000.

Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bentuk keberpihakan kepada UMKM yang memiliki peran penting dalam menopang aktivitas ekonomi dan membuka lapangan kerja.

Perluasan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen dan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel merupakan bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 untuk mewujudkan sistem pembayaran nasional yang berdaulat, efisien, inklusif, dan berkelanjutan.

Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS di Provinsi Bengkulu, kata Wahyu, mencapai 309.930 pengguna dengan jumlah merchant sebanyak 257.757.

Volume transaksi QRIS pada periode yang sama tercatat sebanyak 60.650.133 transaksi.

Secara nasional, jumlah pengguna QRIS hingga Juni 2026 mencapai 65,77 juta, termasuk 6,23 juta pengguna baru selama Januari hingga Juni 2026.

QRIS juga telah menjangkau 44,86 juta merchant atau pelaku usaha dengan 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM.

Sepanjang semester I 2026, transaksi QRIS secara nasional mencapai 12,55 miliar transaksi dengan nilai Rp1,12 kuadriliun atau tumbuh 93,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Wahyu menambahkan perkembangan transaksi QRIS di Bengkulu menjadi bagian dari semakin luasnya penerimaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Penguatan ekosistem pembayaran digital di Bengkulu juga dilakukan melalui berbagai program Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, perbankan, industri sistem pembayaran, perguruan tinggi, komunitas, dan pelaku usaha.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.