gop-crypto.vip

BI: FESyar KTI 2026 di NTB catat pembiayaan syariah Rp13,5 miliar

Mataram (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat realisasi business matching pembiayaan syariah selama penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) pada 10-12 Juni 2026 mencapai Rp13,5 miliar.

Nilai tersebut melampaui target Rp11 miliar dan menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di kawasan timur Indonesia.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan capaian tersebut menunjukkan sinergi antarpemangku kepentingan dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah.

"Realisasi tersebut mencerminkan meningkatnya kolaborasi dan kepercayaan masyarakat terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di NTB. Pencapaian ini masih akan terus diakumulasi hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada malam hari," ujarnya saat penutupan FESyar KTI 2026 di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, Minggu (12/7).

Pada capaian pembiayaan tersebut, BPRS PNM Patuh Beramal Amali Mataram menjadi lembaga dengan jumlah realisasi pembiayaan UMKM terbanyak. Sementara itu, Bank Panin Dubai Syariah Mataram mencatat nilai pembiayaan terbesar selama pelaksanaan business matching.

Selain pembiayaan, FESyar KTI 2026 juga membukukan omzet penjualan produk pelaku usaha syariah dan industri halal sebesar Rp1,2 miliar. Penghimpunan dana wakaf melalui program Zawa Walk dan Wakafein mencapai Rp61,2 juta, melampaui target Rp35 juta.

Pemerintah Provinsi NTB menutup secara resmi penyelenggaraan FESyar KTI 2026 yang berlangsung pada 10–12 Juli 2026 di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram.

Penutupan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, didampingi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas. Acara tersebut dihadiri jajaran Bank Indonesia, pemerintah daerah, akademisi, pondok pesantren, lembaga zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), pelaku usaha syariah, serta perwakilan dari 22 provinsi di Kawasan Timur Indonesia.

"Penyelenggaraan FESyar tidak hanya berfokus pada transaksi ekonomi, tetapi juga memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat," ujarnya.

Selama tiga hari penyelenggaraan, FESyar KTI 2026 menghadirkan empat pilar utama, yakni Sharia Fair, Sharia Education, Sharia Forum, dan Sharia Competition.

Sharia Fair menampilkan pameran produk halal melalui Halal Mart, bazar kuliner, booth dari 19 Kantor Perwakilan BI di Kawasan Timur Indonesia, lembaga jasa keuangan syariah, Halal Corner, serta Wakaf Corner.

Sementara itu, Sharia Forum menghadirkan seminar dan diskusi mengenai pembiayaan syariah, fesyen muslim, penguatan ZISWAF, strategi pengembangan ekonomi syariah, hingga peluang ekspor produk halal.

Berbagai kompetisi juga digelar untuk mendorong inovasi, mulai dari lomba modest fashion, halal chef, Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN), kompetisi ZISWAF, hingga lomba konten dakwah dan ekonomi syariah.

Provinsi NTB turut mencatat prestasi pada ajang tersebut. BMT Insan Sawama dari Kabupaten Sumbawa berhasil meraih Juara I Kompetisi Lembaga ZISWAF Unggulan Kategori Wakaf.

Selain itu, tabligh akbar yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dihadiri lebih dari 4.000 jamaah, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap penerapan gaya hidup halal.

Hario mengatakan penguatan ekonomi dan keuangan syariah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. 

Menurutnya, sinergi antara regulator, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, pesantren, dan masyarakat menjadi kunci untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, digital, dan berkelanjutan.

Pihaknya mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia di kawasan Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, serta berbagai mitra strategis yang telah menyukseskan penyelenggaraan FESyar KTI 2026.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, menyatakan FESyar KTI menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi syariah sekaligus meningkatkan daya saing UMKM melalui sertifikasi halal, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar.

Ia berharap hasil yang dicapai selama FESyar KTI 2026 dapat menjadi bekal bagi pelaku UMKM dan industri halal di NTB untuk tampil lebih kompetitif pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada Oktober mendatang.

Pewarta : Awaludin
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026