BI Bengkulu perluas digitalisasi pembayaran hingga ke wilayah 3T - ANTARA News Bengkulu
Bengkulu (ANTARA) - Bank Indonesia Provinsi Bengkulu memperluas digitalisasi pembayaran hingga wilayah perdesaan, perbatasan, serta terdepan, terluar, dan terpencil (3T), guna memastikan manfaat transaksi digital dapat menjangkau seluruh masyarakat.
"Perluasan digitalisasi tidak hanya dilakukan di pusat kota, tetapi juga diarahkan ke wilayah perdesaan, perbatasan, dan daerah terdepan, terluar, dan terpencil," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana di Bengkulu, Jumat.
Bank Indonesia bersinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, industri sistem pembayaran, perguruan tinggi, komunitas, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem pembayaran digital di daerah yang merata menjangkau seluruh wilayah.
Upaya perluasan tersebut salah satunya dilakukan di pulau terluar Indonesia di Provinsi Bengkulu, yakni Pulau Enggano melalui penyelenggaraan Garuda Pesisir yang disinergikan dengan Enggano Island Fun Run.
Program lainnya, lanjut dia QRIS Jelajah Enggano, bazar UMKM, deklarasi program SEPAKAT atau Semangat Partisipasi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Transformasi Digital, serta peluncuran program SIGAP atau Siap Go Digital Pulau Enggano.
Rangkaian kegiatan itu menjadi bentuk komitmen Bank Indonesia untuk memastikan manfaat pembayaran digital dapat menjangkau masyarakat di wilayah 3T.
Digitalisasi pembayaran juga diarahkan untuk memperluas penggunaan QRIS oleh pelaku usaha dan masyarakat di wilayah perdesaan dan pesisir. Di Kabupaten Kaur, Bank Indonesia membentuk Desa Kreatif Digital Linau yang disinergikan dengan Festival Gurita.
Hingga Juni 2026, kata Wahyu, jumlah pengguna QRIS di Provinsi Bengkulu mencapai 309.930 pengguna dengan jumlah merchant sebanyak 257.757. Volume transaksi QRIS pada periode yang sama tercatat sebanyak 60.650.133 transaksi.
Perluasan ekosistem digital juga dilakukan melalui QRIS Banking Race (QBR) 3.0 dengan melibatkan perbankan dalam mengakuisisi pengguna dan merchant baru sekaligus mendorong penggunaan QRIS secara aktif.
Program tersebut menyasar UMKM, SPBU, merchant di lokasi wisata, pasar tradisional, sekolah, koperasi, dan kantin untuk memperluas penggunaan transaksi nontunai.
Bank Indonesia juga memperkenalkan pembayaran digital melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, termasuk edukasi penggunaan QRIS, pelindungan konsumen, serta keamanan dalam bertransaksi.
Edukasi tersebut mencakup kewaspadaan terhadap penipuan digital, verifikasi nama merchant, pemeriksaan notifikasi dana masuk, dan penggunaan aplikasi pembayaran resmi.
Upaya memperluas digitalisasi pembayaran dilakukan tidak hanya untuk menambah jumlah pengguna dan merchant, tetapi juga meningkatkan frekuensi transaksi serta membangun kebiasaan bertransaksi digital yang aman di masyarakat.
Bank Indonesia Provinsi Bengkulu akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, industri sistem pembayaran, perbankan, pelaku usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk memperluas manfaat pembayaran digital di seluruh wilayah Bengkulu.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.