gop-crypto.vip

BGN Bongkar Potongan Rp2.000 per Porsi di MBG, PKS Mitra Kini Diperbarui

Jakarta, VIVA – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pembenahan terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah menemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaannya di lapangan.

Baca Juga

Salah satu persoalan yang disoroti Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar yakni adanya potongan yang dibebankan kepada mitra oleh yayasan tertentu. Besaran potongan yang ditemukan bahkan mencapai Rp1.500 hingga Rp2.000 per porsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Sudaryono, praktik tersebut dapat berdampak terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat. Sebab, mitra yang mendapatkan potongan harus menyesuaikan kembali anggaran yang tersedia untuk penyediaan menu MBG.

Baca Juga

“Pada praktiknya ini kami menemukan satu fakta bahwa mitra sama yayasan ini ada yang kemudian berkonflik. Mitra itu adalah orang yang punya modal, dia membangun dapurnya, keluar biaya. Yayasan itu kemudian tidak nyambung sama mitranya,” ujar Sudaryono dalam Peresmian SPPG Wilayah 3T dan Prevalensi Stunting Tinggi di 16 Provinsi Indonesia Timur, Jumat, 2 Oktober 2026.

Ada Potongan hingga Rp2.000 per Porsi

Baca Juga

Sudaryono mengatakan BGN mendapat laporan mengenai adanya mitra yang diminta memberikan setoran atau potongan oleh yayasan meski hubungan keduanya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Besaran potongan yang dilaporkan berada di kisaran Rp1.500 hingga Rp2.000 untuk setiap porsi makanan.

“Ada mitra, dia dipotong 1.500, ada yang dipotong 2.000, bayangkan! yang terjadi adalah karena dipotong, dia makan menunya itu dikurangi kualitasnya. Ini tidak boleh lagi terjadi,” tegas Sudaryono.

BGN menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena berpotensi mengurangi kualitas pelaksanaan program. Apalagi, MBG memiliki tujuan utama memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat.

Karena itu, BGN mengambil langkah untuk memperbaiki mekanisme kerja sama antara lembaga, mitra, yayasan, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Yayasan yang Tak Punya Andil Akan Diputus

Sudaryono juga menegaskan BGN akan mengevaluasi keterlibatan yayasan dalam penyelenggaraan program.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, yayasan yang tidak memiliki kontribusi dalam pelaksanaan MBG tetapi hanya meminta setoran kepada mitra tidak akan dipertahankan dalam skema kerja sama.

“Pokoknya orang-orang yang tidak ada andil, tidak membina, tidak ikut repot, tidak modal, tidak membina, tidak ikut... tidak ikut sibuk, tidak mengawasi, tidak ada andil apapun hanya minta kejar setoran, itu semua akan kita... kita cut off namanya, akan kita amputasi semua,” kata Sudaryono.

Halaman Selanjutnya

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BGN menutup celah yang dapat menimbulkan persoalan dalam pengelolaan program MBG.