gop-crypto.vip

Bertemu Sri Sultan HB X, Menteri LH tegaskan pentingnya jaga lingkungan

Bertemu Sri Sultan HB X, Menteri LH tegaskan pentingnya jaga lingkungan

Sabtu, 25 Juli 2026 09:18 WIB

Image Print

Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kepatihan Yogyakarta, Jumat (24/7). ANTARA/HO-KLH

Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan pentingnya menjaga lingkungan dan kelestarian bumi, seusai bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kepatihan Yogyakarta, Jumat (24/7).

"Tadi hasil obrolan, saya mendapatkan wisdom dari Sri Sultan HB X bahwa kita harus mengayomi alam lingkungan," kata Jumhur.

Jumhur menyampaikan dalam pertemuan tersebut Sri Sultan HB X mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mengeluarkan kebijakan agar tidak berdampak buruk pada lingkungan.

"Kalau kebijakan yang dikeluarkan nakal, maka alam juga akan marah, tapi kalau kita arif dan bijaksana kepada alam maka alam juga akan kembali baik terhadap kita," katanya.

Wejangan yang disampaikan Sri Sultan HB X, lanjut Jumhur, sejalan dengan tagline Kementerian Lingkungan Hidup yang berfokus menggugah kesadaran manusia, bukan sekadar kebijakan yang bersifat instruktif, melainkan membangun kesadaran manusia akan budaya menjaga lingkungan.

Menurut Jumhur budaya Indonesia pada dasarnya memuliakan alam, tetapi proses pembangunan kerap kali membuat masyarakat terhipnotis oleh budaya serba cepat yang mengabaikan kelestarian alam, karena pemulihannya baru dipikirkan belakangan.

"Hal-hal semacam itu harus kita tinggalkan dan sekarang kita kembali ke budaya yang memuliakan alam lingkungan, memuliakan bumi," katanya.

Jumhur menambahkan Sri Sultan sempat menceritakan sejumlah terobosan penegakan hukum yang dilakukannya terhadap pihak-pihak yang tidak taat menjaga lingkungan.

"Saya termasuk orang yang terhenyak juga mendengar cerita beliau. Beliau berani, katakanlah mempermasalahkan orang yang dengan sengaja melanggar atau merusak lingkungan," kata Jumhur.

Sikap tegas Sri Sultan tersebut, kata Jumhur, menambah keberaniannya dan jajaran Kementerian Lingkungan Hidup untuk tidak lagi berkompromi dengan para perusak lingkungan.

"Saya menilai itu contoh yang baik sekali menambah keberanian saya," kata Jumhur.

"Secara budaya, secara kesadaran, kita berubah, kita akui bersalah terhadap alam ini, jangan lagi mengabaikan moral lingkungan. Untuk itu kita harus kembali ke jalan yang benar," kata Jumhur.

Jumhur mengatakan pembangunan boleh dilakukan asalkan tidak merusak lingkungan, sehingga sangat penting untuk menemukan cara membangun yang berjalan seiring dengan pelestarian alam.

Salah satu contoh paling sederhana dalam melestarikan lingkungan adalah mematuhi peraturan yang berlaku, sebab seluruh ketentuan dan mekanisme pembangunan sudah diatur di dalamnya.

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengakui kerusakan lingkungan yang terjadi tidak lepas dari minimnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

"Itu kami akui dan menjadi bagian bertobat juga. Jadi tidak usah menyalahkan orang lain tapi akui karena kesalahan kami sendiri yang kurang mengawasi atau minimal kami diamkan terus-menerus, sehingga terjadi kerusakan lingkungan. Terpenting sekarang dengan melakukan pertobatan ekologis adalah kita semua melakukan introspeksi diri demi menjaga kelestarian lingkungan," tutupnya.

Baca juga: RI dukung kolaborasi hadapi pergerakan ilegal limbah dalam forum ASEAN

Pewarta : N008
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026