Bentuk Wajah Bisa Menggambarkan Kepribadian hingga Kesehatan Seseorang? Ini Kata Sains
Jakarta -
Bentuk wajah seseorang bisa menjadi ciri fisik yang membedakan satu individu dengan lainnya. Sejak dulu, bentuk wajah juga kerap dikaitkan dengan kepribadian seseorang. Tak hanya itu, sains bahkan mengaitkannya dengan kesehatan, Bunda.
Mulai dari bentuk dahi, mata, hidung, hingga rahang, setiap bagian wajah dipercaya dapat memberikan gambaran tertentu tentang diri seseorang. Namun, benarkah bentuk wajah bisa mengungkap kepribadian sekaligus kesehatan?
Filsuf Aristoteles dan para pengikutnya, pernah menyusun sebuah buku tentang bagaimana penampilan dapat mencerminkan diri seseorang. Dalam buku ini, mereka menulis bahwa rambut lembut dapat menandakan rasa takut dan rambut kasar menandakan keberanian. Sementara itu, mata yang cerah dan bijaksana dengan kelopak mata merah yang berat, sedangkan hidung yang lebar merupakan tanda kemalasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski pendapat tersebut sudah tak lagi dijadikan patokan untuk menilai kepribadian seseorang. Namun, para psikolog menemukan bahwa wajah dapat menawarkan jendela ke rahasia terdalam kita. Bahkan jika kita memasang wajah datar tanpa ekspresi, fitur wajah dapat mengungkapkan detail tentang kepribadian, kesehatan, dan kecerdasan.
"Idenya adalah bahwa biologi kita, seperti gen dan kadar hormon, dapat memengaruhi pertumbuhan, dan mekanisme yang sama juga akan membentuk karakter kita," kata Carmen Lefevre dari Northumbria University, dilansir BBC.
Bentuk wajah dikaitkan kepribadian dan kesehatan
Berikut beberapa fitur atau bentuk wajah yang bisa menilai kepribadian hingga kesehatan seseorang menurut sains:
1. Wajah dengan pipi tembem
Jumlah lemak di wajah dapat memberikan indikasi kebugaran yang lebih kuat daripada ukuran standar lainnya, seperti indeks massa tubuh (IMT). Mereka yang memiliki wajah lebih tipis cenderung lebih jarang terkena infeksi, dan jika terkena pun, penyakitnya tidak terlalu parah.
Mereka juga juga cenderung memiliki tingkat depresi dan kecemasan yang lebih rendah, mungkin karena kesehatan mental sering kali berkaitan erat dengan kebugaran tubuh secara umum. Benedict Jones dari University of Glasgow berpendapat bahwa pemahaman baru tentang peran lemak dalam tubuh dapat membantu menjelaskannya.
"Kesehatan kita tidak begitu bergantung pada seberapa banyak lemak yang dimiliki, tetapi di mana lemak itu berada," ungkap Jones.
Misalnya, orang dengan bentuk tubuh seperti buah pir, dengan lebih banyak berat badan di sekitar pinggul dan bokong tetapi tubuh bagian atas lebih ramping, cenderung lebih sehat daripada orang dengan bentuk tubuh seperti buah apel, yang memiliki lemak berlebih di sekitar perut. Itu karena jaringan adiposa di sekitar dada dianggap melepaskan molekul inflamasi yang dapat merusak organ inti.
"Mungkin wajah tembem dapat mencerminkan timbunan lemak di area yang lebih berbahaya atau bisa jadi lemak wajah itu sendiri berbahaya karena alasan tertentu," ujar Jones.
2. Rona warna di wajah
Perbedaan warna kulit yang sangat halus juga dapat mengungkapkan rahasia kesehatan seseorang, Bunda. Jones dan Lefevre menekankan bahwa ini tidak ada hubungannya dengan warna kulit yang terkait dengan etnis, tetapi lebih pada rona yang hampir tidak terlihat, yang mungkin mencerminkan perbedaan gaya hidup. Misalnya, Bunda tampak lebih sehat jika kulit memiliki warna kekuningan keemasan.
Pigmen yang dimaksud disebut karotenoid, yang dapat ditemukan dalam buah dan sayuran berwarna oranye dan merah. Karotenoid membantu membangun sistem kekebalan tubuh yang sehat.
"Tetapi ketika kita makan cukup banyak, pigmen tersebut menumpuk di kulit dan membuatnya jadi warna kuning. Kita memperlihatkannya karena kita tidak menggunakannya untuk melawan penyakit," kata Lefevre.
Sementara itu, rona merah muda yang samar seharusnya menandakan sirkulasi darah yang baik yang didapatkan dari gaya hidup aktif, dan mungkin juga merupakan tanda kesuburan seorang perempuan. Jones menemukan bahwa perempuan cenderung memiliki rona yang sedikit lebih merah pada puncak siklus menstruasi, mungkin karena estradiol, yakni hormon seks yang menyebabkan pembuluh darah di pipi sedikit melebar.
3. Bentuk wajah baby face dan penuaan
Para ilmuwan menemukan bahwa pria berwajah bayi cenderung kurang dominan di masa muda mereka. Namun, mereka menjadi lebih tegas seiring berjalannya waktu mungkin karena belajar untuk mengimbangi ekspektasi yang ditimbulkan oleh penampilan mereka yang kekanak-kanakan.
Pakar juga menemukan bukti adanya 'efek Dorian Gray' di mana wajah yang menua mulai mencerminkan aspek-aspek kepribadian tertentu yang tidak terlihat jelas ketika orang tersebut masih muda. Sebagai contoh, perempuan yang memiliki kepribadian lebih menarik dan ramah sejak masa remaja hingga usia 30-an, perlahan mulai meningkat daya tarik fisiknya, sehingga di usia 50-an mereka dianggap lebih cantik daripada mereka yang kurang ramah tetapi secara alami lebih cantik.
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah mereka tahu bagaimana memaksimalkan penampilan dan kepercayaan diri batin itu tercermin dalam perbedaan ekspresi yang halus.
Demikian penjelasan sains tentang bentuk wajah yang disebut bisa mencerminkan kepribadian seseorang. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)